Artikel Mengubah Kebiasaan dengan Self Hypnosis

By Kirdi Putra

Hypnosis atau hipnotis merupakan sebuah alat (tools) yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, misalnya untuk meningkatkan kepercayaan diri, membangkitkan motivasi dari dalam, dan termasuk mengubah kebiasaan seseorang.

Ketika kita ingin mengubah sebuah kebiasaan yang kita miliki (misalnya: merokok, gigit jari, emosi, dll), maka kita bisa datang ke seorang professional therapist (hypnotherapist) atau melakukan sebuah program diri, yang kita sebut sebagai Self Hypnosis.

Pada dasarnya, Self Hypnosis merupakan sebuah proses mengatur ulang pola di pikiran dan perasaan kita , dengan menggunakan akses/kunci ke pikiran bawah sadar kita. Self Hypnosis dapat digunakan untuk mengakses potensi terpendam dalam diri manusia, dimana “kunci” yang digunakan adalah dengan pemprograman pikiran melalui bahasa symbol dan non verbal.

Self Hypnosis mampu berpengaruh secara langsung, baik dalam jangka waktu cepat maupun lambat terhadap pikiran dan tubuh kita. Ketika kita melakukan self hypnosis, diperlukan kondisi (state) fisik dan mental kita untuk relaks. Kondisi ini diperlukan untuk mempercepat proses pembentukan hasil yang diinginkan secara bawah sadar (subconscious), tanpa adanya mental block yang dapat terbentuk dari berbagai hal. Untuk memudahkan kita ke kondisi tersebut, diperlukan

  • Kondisi lingkungan yang kondusif (tenang, nyaman, aman)
  • Lingkungan (manusia) yang supportif (utk mendukung selama proses, dan sesudah proses berlangsung)
  • Kemauan dari diri kita utk mencapai hasil yang diinginkannya

Dalam kondisi self hypnosis ini, pikiran kita berada pada kondisi yang memungkinkan diri kita sendiri lebih cepat dan lebih mudah menanamkan sebuah nilai baru di dalam pikiran kita sendiri, dalam hal ini adalah nilai-nilai untuk menghentikan kebiasaan merokok yang kita miliki.

Konsep yang digunakan untuk menyembuhkan korban trauma (trauma healing) adalah dengan langkah-langkah (step) seperti:

  1. Building Comfort

Merupakan proses untuk membangun kepercayaan diri untuk mengubah kebiasaan yang kita inginkan dan sekaligus membentuk sebuah kebiasaan baru lainnya, dimana diperlukan kesukarelaan diri untuk bersedia melalui semua prosesnya untuk hasil yang optimal.

2. Safe Place

Adalah metode menempatkan diri dalam sebuah kondisi dengan “kenyamanan” dari peristiwa luar yang terjadi, yang membuat bawah sadar merasa aman dan nyaman. Step ini diterapkan untuk:

    • mampu “menyamankan” diri selama proses berlangsung
    • mampu menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, sehingga akan mengecilkan effort yang dibutuhkan (meringankan perasaan)
    • mampu mempersiapkan diri secara bawah sadar untuk membangun nilai-nilai baru di atas nilai-nilai kebiasaan lama yang ada saat ini.

  1. Reprogramming

Proses menanamkan sebuah realitas baru dalam pikiran dan perasaan, berdasarkan nilai-nilai yang mendasari terbentuknya sebuah kebiasaan. Misal: seseorang merokok (kebiasaan) karena membutuhkan rasa tenang (nilai). Setelah kita mengenal nilai-nilai yang mendasari kebiasaan kita ini, maka proses yang dilakukan berikutnya adalah mencari variasi kebiasaan baru yang kita rasa lebih produktif atau lebih baik, untuk menggantikan kebiasaan yang lama, tetapi tetap terkait dengan nilai-nilai yang dibutuhkan. Misal: kebiasaan merokok diganti dengan mengkonsumsi air putih lebih sering, untuk memberikan rasa tenang di dalam hati. Proses ini juga memberikan beberapa nilai tambah bagi diri kita, antara lain:

· mampu lebih cepat menyelesaikan berbagai masalah secara internal

· mampu lebih “kreatif” dalam mencari solusi dari masalah yang ada

  1. Closed and Sealed

Step terakhir, untuk menutup “program” yang ditanamkan. Kebiasaan masa lalu tersebut “hanya” menjadi ingatan, yang saat ini, nilai-nilai dan kebiasaan yang sekarang berubah, sejalan dengan program yang baru saja ditanamkan. Terjadi perubahan persepsi mengenai kebiasaan itu sendiri, dan sepenuhnya selesai mengambil hikmah/ pelajaran dari kebiasaan (yang lalu) tersebut secara positif.


Metode Self Hypnosis ini merupakan metode terapan praktis penggunaan visualisasi dan hypnotherapy untuk memberikan perintah pada tubuh untuk menghasilkan efek yang diinginkan. Perintah diberikan secara symbolis/metaphor, dimana symbol/metaphor tersebut merupakan akses langsung pada bawah sadar pikiran manusia, yang bertanggung jawab terhadap tubuh fisiknya.

No comments: