Selamat Natal dan Tahun Baru

Kirdi Putra Consulting, HTII dan Staf mengucapkan



SELAMAT NATAL 2008


DAN

TAHUN BARU 2009



MAGIC WORD IN YOUR MIND

Winning Attitude Di BNI 46

Kekuatan Pikiran




Latihan Kejujuran





Mas Wowiek Prasantyo











Kekuatan Pikiran















Mas Kirdi Putra








Kekutan Pikiran






Kekuatan Pikiran

Mengapa Saya Berkhayal

MENGAPA SAYA BERKHAYAL

MEMILIKI KEKUATAN KHUSUS

SEPERTI INDRA KEENAM ATAU TELEPATI

(Disadur dari buku Cara Mengubah Nasib-David J. Lieberman,Ph.D)



Saya sering kita membayangkan betapa hebatnya seandainya dapat membaca pikiran orang lain. Terus berkhayal diri kita bisa memindahkan benda-benda hanya dengan pikiran atau menyembuhkan orang sakit dengan gerakan tangan sendiri. Atau bisa jadi kita menghabiskan waktu untuk menyelidiki kemungkinan bisa berjalan menembus dinding atau mempunyai kemampuan untuk meramal masa depan.


Bila saat ini anda dijejali dengan pikiran untuk memiliki kekuatan super, indra ke enam dan telepatik sesungguhnya apa sih yang sedang terjadi pada diri kita. Penjelasannya adalah sebagai berikut.



Secara sadar kita merasa tidak mampu untuk bersaing atau setara dengan orang lain dan ini manusiawi sekali. Sehingga Anda membayangkan memiliki kemampuan khusus yang akan memberi kelebihan kepada anda. Mekanisme respon ini ditimbulkan oleh perasaan ketidakcakapan. Anda menginginkan kekuatan khusus yang akan menyeimbangkan ketidakcakapan anda yang sesungguhnya, atau menurut persepsi anda dan membuat anda merasa lebih mampu mengendalikan kehidupan dan lingkungan anda.


Bisa jadi, anda MERASA tidak mempunyai kekuatan dalam kehidupan anda sehari-hari, sehingga anda menikmati khayalan dimana anda menerima penghargaan dan perhatian dari orang lain. Atau karena Anda merasa SANGAT tidak efektif dalam kehidupan dan percaya bahwa semuanya terjadi karena anda yang mewujudkannya.


Contohnya HARUS mengompromsikan keunikan dalam diri anda secara paksa. Menurut Lieberman orang seperti ini tidak istimewa. Karena dalam dunia nyata kita mengasingkan diri dari yang lain, dan memilih dunia fantasi agar dapat menjadi dan melakukan apa pun yang diinginkan.


LALU:


1. Perbaiki cita-cita anda.

Kapan terakhir anda melakukan hal ini? Saya berani bertaruh, Itu sudah lama sekali. Kenyataan bahwa sekarang anda merasa tidak punya kekuatan atau tidak cakap mungkin ada hubungannya dengan harapan yang telah anda tetapkan, baik sadar maupun tidak sadar. Tetapi anda bukan fosil, jadi mengapa tidak membawa diri anda kepada masa kini, mulai sekarang? JADI Luangkan waktu beberapa menit untuk mengkaji ulang semua sasaran dan tujuan anda, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk setiap wilayah utama kehidupan anda. Yang mana yang masih sesuai, dan yang mana yang harus dijadikan masa lalu atau dibuang aja deh..


Sekarang, berdasarkan siapa anda hari ini, keinginan, minat, keterampilan, dasar pengalaman, dan tingkat motivasi anda sampai menit ini muncul dengan sasaran baru untuk menuntun anda dalam beberapa bulan dan beberapa tahun yang akan datang. Ingat, orang yang sukses tidak fokus pada apa yang tidak dapat dilakukan, mereka memfokuskan diri pada apa yang dapat mereka kerjakan.


Contoh seorang wanita bernama Helen Keller tidak meratapi kenyataan bahwa dia tuli, bisu dan buta. Dia bekerja dengan apa yang dia miliki dan telah memberi inspirasi kepada jutaan orang. Oleh karena itu, selidiki apa yang anda miliki secara professional, emosional, social dan seterusnya, dan selaraskan cita-cita anda dengan penilaian diri yang jujur ini. Ada kepuasan dan kesenangan sejati dalam hampir semua sasaran dan impian. Anda hanya perlu mengalihkan perhatian kepada apa yang dapat anda lakukan, kemudian lakukanlah.


2. Kenali situasi ketika anda merasa tidak berdaya pada masa lalu dan tulis bagaimana anda menanganinya sekarang.

Kebanyakan orang setiap kali “gagal” melakukan sesuatu, ada dua konsekuensi yang terjadi. Pertama, merasa sakitnya kegagalan. Kedua menyalahkan diri sendiri habis- habisan tentang hal itu dan menggunakan kegagalan sebagai dasar untuk membuat keputusan lainnya. Kita semua melewati masa kanak-kanak, jadi kita semua telah mempunyai pengalaman dikendalikan orang lain yaitu orang tua, dan membiarkan mereka membuat keputusan yang memengaruhi hidup kita.

Tetapi seberapa sering anda masih bertindak seperti orang yang tidak memiliki kendali?


Pengalaman yang paling menyakitkan pada masa lalu anda pastinya adaa yang telah anda pelajari sekarang yang dapat mengubah hasilnya. Mialnya Keterampilan, kebijaksanaan, atau perspektif apa yang telah Anda peroleh sejak itu. Siapa saja orang yang telah Anda temui dan berperan positif atau memberikan sumber-sumber yang berharga? Apa pun jawaban Anda, saya memjamin bahwa Anda akan menyadari bahwa Anda menangani situasi itu dengan cara terbaik yang dapat dilakukan, memberikan apa yang dimiliki saat itu. Titik. Ceritanya sudah berakhir.


Sekarang, jika Anda menangani situasi tertentu yang berbeda dari cara yang Anda lakukan dua puluh tahun yang lalu-atau mungkin juga tidak. Dengan mengenali sumber-sumbernya yang ada anda gunakan jika hal itu terjadi lagi, sehingga membuat Anda kembali memegang kendali. Gunanya untuk mempersiapkan diri untuk bisa berhasil menghadapinya. Artinya, Anda tidak usah memerlukan kekuatan “gaib” lagi untuk menempatkan diri Anda sejajar dengan orang lain.


So … biarkan indra ke enam dan kekuatan telepatik itu datang dan tidak ada dalam diri anda, karena kekuatan anda lebih.

Hasil Polling Oktober 2008

Kami bertanya tentang Selain menjalankan rukun islam yang ke 3, tujuan anda puasa adalah untuk? dan hasil polling-nya adalah:

Total 9 orang yang mengisi dengan pilihan lebih dari 1;

1. Reprogramming pikiran dan emosi 55%
2. Menurunkan berat badan 33%
3. Detox tubuh 22%

Terima kasih dan tunggu polling kami selanjutnya

Kirdi On Aquos Mobile Phone

Kirdi Putra Stage Hypnosis On Aquos Mobile Phone Launching 7 November 2008






Kirdi Putra dan MC - Donna









Stage Hypnosis 1










Stage Hypnosis 2









Stage Hypnosis 3







Stage Hypnosis 4

Kirdi Putra Consulting On Carrefour

Effective Communication For HR Carrefour Indonesia
28 Oktober 2008




Tebakan Minggu Ini


Kita punya tebakan yang berhadiah paket konsultasi Gratis buat 1 orang yang bisa menjawab tebakan berikut ini;

Enak Mana Beras Lokal atau Beras Import?

Kirim jawaban ke blog ini dengan mengisi komentar yang ada, atau email ke htii.school@yahoo.com. Cantumkan nama, no telpon dan email lengkap ya

Pemenang di umumkan hari Selasa Depan

Komunikasi Cinta

Komunikasi Cinta

(disadur dari RD Indonesia Agustus 2008)




Hari itu saya menonton acara empatmata di Trans 7. Bintang tamu yang dihadirkan 2 wanita cantik, seksi dan janda. Dalam celetukan Tukul ke dua janda itu adalah tentang Cita-cita menjadi Janda. Tentunya di jawab tidak oleh mereka, karena siapa sih yang mau jadi janda. Ada 2 hal seorang wanita menjadi janda. Pertama karena ditinggal meninggal suami, kedua karena perceraian.


Bicara perceraian, saya baca Reader’s Digest Edisi Agustus 2008 yang bicara tentang komunikasi cinta. Diungkapkan oleh Miriam Rustam, Managing Director Research International, sebagaimana dikutip situs Badan Kooordinasi Kelarga Berencana Nasional www.bkkbn.go.id, bahwa masalah perceraian di Indonesia pernah mencapai 200.000 pasangan dalam waktu setahun.. Ini adalah angka perceraian tertinggi di kawasan Asia Pacific.


Bahkan dari data tersebut diketahui bahwa rata-rata 1,8 juta pernikahan pertahun, angka perecraian terus meningkat. Dari angka 6,9% pada 2000, melesat menjadi 7,9% di 2001, lalu 8,5% pada tahun 2004 dan 2005 silam. Mengapa hal ini bisa terjadi?


Singkat kata dari Kasandra Putranto, Psikolog dari Kasandra & Associates bahwa Ketidak harmonisan dalam pernikahan banyak dipengaruhi komunikasi buruk. Komunikasi yang tidak nyambung ini terjadi, salah satunya, karena gaya berkomunikasi antara pria dan wanita yang berbeda.


Ada tip dari Kasandra agar komunikasi keluarga lebih baik lagi.


· Belajar untuk menempatkan diri Anda pada posisi pasangan. Jangan langsung marah bila pasangan berbeda pendapat dengan kita.

· Perhatikan bahasa tubuh untuk melihat kondisi dan perasaan pasangan anda.

· Jangan mudah menyalahkan.

· Jangan berharap pasangan bisa membaca pikiran anda. Utarakan yang ada di pikiran Anda.

· Pahami dan terima pasangan apa adanya.

· Biasakan mengekspresikan rasa sayang dengan tindakan-tindakan sederhana, seperti sapaan atau sambutan hangat di setiap desempatan.

Pertanyaan-nya tips anda selama ini dalam menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan apa sih? (please comment)

MUDIK Yo MUDIK - Tips Mudik


HTII mengucapkan selamat mudik dan berlebaran. Ingat, program diri anda untuk tidak menerima masukan yang merugikan anda dan harta benda. Katakan pada diri anda bahwa anda aman dan tidak terpengaruh oleh segala macam bentuk black hipnotis seperti Gendam dll. Karena anda yang menguasai diri anda sendiri, bukan orang lain siapapun dia.

Bila ada tiba-tiba bertanya pastikan anda tidak terlalu fokus pada jawaban pertanyaan, tapi refleks aja bila tidak tahu katakan saja " Pak/ bu silahkan tanya kepada polisi atau petugas yang ada"

Pastikan semua anggota keluarga dan barang-barang dalam jangkauan pandangan mata anda, dan ajak mereka untuk kompak satu sama lainnya.

Siap P3K, payung, kipas, dan pastinya makanan kecil dan minuman buat buka puasa atau buat si kecil.

Bawalah uang pas yang cukup untuk keperluan perjalanan mudik. sisanya masukkan di bank. Simpan dompet di tempat yang spesial menurut anda.

Happy Mudik With HTII

Cerpen Puasa

Berpuasa


“Aduuh… gak tahan deh, panas banget hari ini… buka setengah hari aja yuk..” kata Lani pada


sahabatnya, “mending bayar hari lain aja deh puasanya, beneran deh, hari ini rasanya gak tahan banget”.


Sahabatnya, Puput, hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum, sambil berkata, “Lani, kan kalo di hari


biasa, kita gak bareng-bareng puasanya.. terasa lebih berat lho..”.



Dua wanita muda yang saling bersahabat itu sedang berada di kantor mereka, dimana keadaan hari itu memang


agak lebih panas daripada hari-hari lainnya, sementara pendingin udara (AC) terasa kurang bekerja secara


optimal.


aku tahu sih, kalo puasa kita bisa full.. lebih afdol.. lebih oke rasanya.. tapi kan kita juga gak boleh


maksain, bener gak hayoo?”, Lani masih bersikeras. Puput kembali menimpali, “iya.. bener, yang bilang


harus maksain siapa.. silahkan aja kalau mau berbuka sekarang, gak ada yang ngelarang kok… urusan


ibadah, puasa, shalat, itu kan urusan kamu sama yang diatas”, “jadi kalau kamu memang merasa


bener-bener gak kuat, yah lakukanlah.. berbuka sana.. daripada puasa tapi ngeluh terus”, imbuh Puput


sambil masih tersenyum, “sebelum kamu berbuka, memangnya kamu tahu nggak, gunanya puasa?”.



Lani memandang Puput dengan terheran-heran, “maksud loh????”, “emangnya aku anak kecil!!! ya iyalah


aku tahu… kita puasa karena memang kita disuruh puasa, rukun Islam yang ke 3, paling nggak itu yang


aku percaya.”. Puput kembali menimpali, “jadi cuma itu aja?”.




Lani memandang Puput dengan terheran-heran, “CUMA??? Masak rukun Islam ke 3


dianggap Cuma sih???”. “Lho, bukannya kamu yang tadi mau berbuka, katanya


rukun Islam ke 3?”, kata Puput dengan nada menggoda. “ihhhh… kok jadi dibalikin ke aku sih.. tapi iya


juga ya.. mmm.. tadi kamu bilang Cuma, memang yang lainnya apa?”, Lani mulai menurunkan nada


suaranya.




Puput kemudian mengambil posisi duduk lebih santai. Lani tahu, ketika Puput mengambil posisi seperti itu,


dengan punggung disandarkan ke kursinya, kedua kaki disilangkan sambil diluruskan, serta kedua jari-jemari


tangannya dikatupkan dan secara santai diletakkan di atas pinggangnya, maka ia telah siap dengan sebuah


penjelasan yang panjang, tetapi biasanya berdasarkan fakta dan pengalaman yang penting.




begini”, puput memulai kata-katanya, sementara Lani juga mengubah posisi duduknya lebih santai. “ketika kita


menjalani ibadah puasa, banyak sekali hal-hal yang menjadi satu kesatuan paket, yang semuanya


memang dirangkum sebagai hukum Islam yang ke 3”, “walaupun, sebenarnya, siapapun yang ikut


melakukan puasa tersebut juga dapat mengambil keuntungan dan hikmahnya”, Puput melanjutkan,


dengan berpuasa, kita sebenarnya sedang mengambil tiga keuntungan sekaligus bagi diri kita sendiri di


dunia…”. “pasti salah satunya pahala untuk kita kan??”, Lani memotong dengan tidak sabar. “aduuuhh..


cantiiiikk… sabar dulu kenapa sih…”, Puput berkata kembali, “pahala untuk tabungan di akhirat itu sudah


pasti… yang aku maksud, tiga keuntungan yang langsung dan kontan kita peroleh ketika kita selesai


menjalankan puasa itu sendiri…”.




Lani sedikit tertegun, kemudian perlahan ia berkata “wah, kalo yang itu, aku gak pernah tahu atau mikirin


tuh… setahu aku hanya bahwa dari kecil, aku dilatih untuk berpuasa karena menjalankan ibadah.. itu


aja..”.




Puput melanjutkan “yaa… karena itulah kemudian dikatakan, bahwa orang yang percaya (beriman) dan


berilmu memiliki tempat yang lebih tinggi”, “jadi, buka pikiran selalu, dengan bertanya pada diri sendiri


dan berpikir, selalu cari kebenaran dengan pikiran terbuka.. apa yang kita sudah percayai sebelumnya,


bisa saja ternyata bisa dilihat dengan cara yang berbeda..”, kemudian ia terdiam sebentar, menarik nafas dan


melanjutkan kembali “kembali ke topik puasa ya… tiga keuntungan dan hikmah bagi kita, ketika kita


berpuasa itulah yang juga bisa membuat kita mengerti mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk


berpuasa…”. “maksudnya?”, Lani memotong, dengan wajah yang terlihat bingung, “gimana sih, kok aku jadi


makin nggak ngeh nih..”.




makanya dengerin dulu, cantik.. jangan dikit-dikit dipotong..”, Puput kembali melanjutkan, “Tuhan kan


gak suka kemubaziran.. kesia-siaan.. jadi, selain berupa ibadah, pasti dong, ada nilai tambah lainnya, iya


nggak? Masuk akal kan?”. Lani hanya mengangguk-angguk, masih berusaha mencerna semua kata-kata Puput,


sahabatnya itu.




Puput kembali berkata, “tiga hal yang merupakan nilai tambah dari berpuasa, yang dapat kita rasakan


langsung antara lain adalah:



yang pertama… detoksifikasi tubuh kita, dimana tubuh kita membuang endapan racun-racun yang


selama ini masuk melalui apa yang kita makan, kan gak semuanya zat-zat yang masuk ke tubuh kita itu


sehat kan?”, Puput dengan serius melanjutkan, “ketika kita berpuasa, maka tubuh akan mengambil


cadangan tenaga yang disimpan dalam bentuk lemak di tubuh kita, dan proses itu juga membuat


berbagai endapan yang bisa berbahaya di tubuh kita terlepas.. nah, itulah saat metabolisme tubuh kita


mulai membuang zat-zat racun itu, yang terlarut bersama lemak dan air.”. “dikeluarkan lewat mana?”,


tanya Lani yang terlihat sudah mulai bisa mengikuti arah pembicaraan Puput. “lewat mana? Ya tentu saja lewat


tempat-tempat biasanya.. masak perlu diajarin sih kalo yang kayak gini… bisa ketika kita buang air kecil


atau besar, atau lewat keringat..”, jawab Puput sambil menahan tertawa, “itulah sebabnya kenapa ketika


kita berpuasa, sebetulnya kita lebih baik tetap beraktivitas, biar ketika kita selesai berpuasa,


metabolisme tubuh kita juga telah mengeluarkan sebagian besar endapan racun ditubuh kita.”. Lani masih


mendengarkan sambil mengangguk-angguk.




kedua… kita membentuk pola baru di tubuh dan pikiran kita…”, Puput kembali melanjutkan, “maksudnya


gimana? Biasanya kan kalau tahun baru, katanya kita harus buat resolusi baru.. harus buat sebuah


kebiasaan baru yang positif, dan hilangkan kebiasaan lama yang negatif..iya kan?”. Lani menjawab, “iya,


tapi apa hubungannya dengan puasa?”. “Nah, hubungannya adalah, seringkali kita gagal untuk


menghilangkan kebiasaan-kebiasaan lama tersebut, misalnya, ada yang mau berhenti merokok, ada yang


mau berhenti malas, ada yang mau berhenti ini dan itu..”, lanjut Puput, “kebiasaan itu, susah diubah


karena pikiran dan badan kita sudah terprogram dalam waktu yang panjang.. nah, kalo kita mau


mengubah program itu, kita butuh untuk memberikan pikiran dan badan kita sebuah program yang


cukup ekstrim dalam waktu yang rada panjang.. katakanlah sebulan..”. “jadi maksud kamu, dengan


puasa, kita bisa sambil buat program baru, biar menggeser program lama kita, gitu maksud kamu?”,


Lani kembali masuk dalam pembicaraan. “Itu dah tahu, gitu dong.. selain cantik.. juga pinter”, Puput memuji.



Sambil tersipu-sipu, Lani berkata “ihhh.. kan kamu yang lebih pinter.. aku kan Cuma ngikutin logika yang


kamu bilangin aja”, dia mencoba untuk merendah. “eh.. kalo dipuji itu artinya di kasih doa, jangan


ditolak.. bilang aja terima kasih, kan beres.. doa kamu didenger, trus beneran deh dikasih cantik dan


pinter”, kata Puput. “Iya-iya, terima kasih tuan putri yang juga cantik dan pinter”, Lani menunduk memberi


hormat. Tawa merekapun pecah berderai. “nerusin yang tadi”, Puput kembali melanjutkan penjelasannya,


ketika selama puasa kita mampu menciptakan pola berjuang, dengan menahan lapar, haus, dan emosi


negative, maka sebetulnya, kita sedang melatih hati dan pikiran kita, untuk bisa berjuang mengubah


kebiasaan apapun yang kita ingin ubah… bisa dilihat hubungannya kan? Ketika kita kuat untuk


mencapai suatu tujuan, yaitu berbuka di sore hari, dan hari lebaran setelah berpuasa satu bulan, maka


kita sebetulnya sudah melatih diri kita dengan sebuah perangkat perjuangan.. untuk kita bisa gunakan


mengubah kebiasaan-kebiasaan yang ingin kita ubah.”. Lani masih menangguk-angguk. Puput melanjutkan


lagi, “itulah yang aku sebut tadi, sebagai sarana untuk mengubah pola pikir, untuk mempersenjatai


kembali pikiran dan hati kita, supaya mampu berjuang menjalani bulan-bulan selain bulan


puasa..gitu…”. Lani tersenyum, mengangguk pasti tanda setuju.




nah, yang ketiga.. puasa bisa kita gunakan untuk sarana goal setting, menanamkan tujuan yang ingin


kita raih..”, lanjut Puput, “kita bisa niatkan di dalam hati, misalnya, kalau puasa saya lengkap, maka


kehidupan saya akan lebih baik secara ekonomi”. “tapi kan puasa itu karena Tuhan, masak kita pakai


untuk syarat perbaikan ekonomi sih??”, protes Lani.




cantik… Tuhan itu Maha Tahu, Maha Tinggi, Maha Kuasa… kita gak menyembah Dia pun, tidak akan


berkurang sedikitpun kekuasaanNya..”, lanjut Puput sambil tersenyum, “jadi ketika kita menjalankan


perintahNya, karena Tuhan itu Maha Baik dan juga fleksibel, moment ini sebenarnya juga masuk dalam


paket yang bisa kita lakukan bersama-sama..”. “dan bukankah agama itu diturunkan sederhana, jangan


dipersulit.. gak boleh tuh hukumnya… semua aturan itu dibuat untuk kebaikan kita sendiri sebagai


manusia..di dunia ataupun akhirat”, imbuh Puput, “jadi, ketika kita memanfaatkan puasa ini juga untuk


memprogram pikiran kita sendiri, agar kita mampu lebih giat bekerja, lebih banyak berderma, lebih


mampu mengerti perasaan orang lain.. kan semuanya itu bisa bawa kebaikan juga buat karir dan bisnis


kita kan?”, “jadi apa salahnya? Justru dengan itu, kita jadi lebih bersemangat, baik semangat


mengumpulkan pahala, maupun untuk meraih keberhasilan di dunia.. kan katanya beribadahlah


seolah-olah kita akan mati besok, dan bekerjalah seolah-olah kita akan hidup selamanya..” kata Puput


sambil tersenyum.




memangnya apa bedanya kalau kita membuat program untuk keberhasilan di bulan puasa dengan di


bulan-bulan biasanya?”, Lani mulai bisa mengikuti kembali. “bedanya adalah”, kata Puput, “otak kita


bekerja dengan sebuah logikanya sendiri, yang kita sebut sebagai logika bawah sadar.. ketika kita


menetapkan sebuah program seperti itu, maka setelah kita berjuang, maka otak kita akan mencari cara


supaya kita memperoleh reward/hadiah untuk kita”. “nah, kalau kita sudah program duluan di awal apa


yang akan menjadi reward/hadiah kita, kan lebih spesifik, lebih tajem.. jadi bisa lebih cepat jadi


kenyataan kan?”, Puput melanjutkan.




mmm.. masak sih gitu?”, Lani masih terbenam dalam keraguannya. Puput memandang Lani yang masih ragu,


dan melanjutkan “gini, pernah beli barang, misalnya HP, trus pas tanya-tanya, kita disuguhi minuman oleh


si penjual barangnya.. penjual HP nya.. pernah kan?”. “iya pernah, trus?”, kata Lani. “ketika kamu


disuguhi minuman itu, saat itu juga hati dan pikiran kamu berusaha untuk memberikan reward/hadiah


atas perjuangan yang dilakukan oleh si penjual, sehingga muncul rasa nggak enak kalau misalnya kamu


beli HPnya di tempat lain, bener nggak hayoo?” Puput bertanya pada Lani. “iya sih.. bener banget.. aku


jadi buat alasan, lebih tepatnya pembenaran, entah aku mikir kalo paling beda harganya juga dikit di


tempat lain, atau ah beli disini aja, orangnya baik, atau yang lainnya..”.




Puput tersenyum kembali, dan menimpali “itu yang aku maksud tadi, ketika kita berjanji pada dari kita


sendiri, setelah kita berjuang penuh selama 30 hari, maka kita dapet sebuah hadiah, misalnya perbaikan


keuangan, atau dapet pacar baru misalnya..”. “ihhh.. apaan sih..”, ujar Lani sambil tersipu-sipu dan


mencubit Puput. “lho.. mungkin aja kalo kamu buat program kayak gitu, dateng pacar baru yang lebih


baik dari yang sebelumnya kan?”, Puput semakin menggoda Lani.




tauk ah..”, kata Lani, “jadi intinya, kalau kita percaya, bahwa Tuhan itu baik dan Bantu kita, maka kita


tinggal berjuang, untuk memprogram ulang hati dan pikiran kita, untuk bisa meraih yang kita mau dan


programkan tadi, gitu?”. “kira-kira gitu deh… katakan saja, Tuhan bekerja pada diri kita dengan


hukumnya.. hukum alam yang berlaku.. dimana kita sebenarnya sudah dikasih perangkat luar biasa


untuk bisa menerima perubahan dan pencapaian tersebut.. otak kita.. nah, cara mengaktifkannya adalah


dengan cara diprogram seperti itu.. dah ngerti kan, cantik?”, imbuh Puput. “iya, iya.. dah jelas.. dah ngerti


sekarang… iya deh, kalo gitu, tanggung udah tinggal 2 jam lagi bukanya.. gak terasa ya.. aku tahan deh,


untuk Tuhan dan untuk kebaikan Tuhan sehingga aku bisa lebih kaya dan dapet pacar baru..hehehe”,


Lani berkata sambil menengadahkan kedua tangannya. “nah.. gitu dong… udah ah.. masih ada kerjaan lagi


nih.. mentang-mentang puasa, jangan sampai kemudian jadi gak produktif..”, kata Puput.



Mereka berdua kemudian tertawa dan kembali ke mejanya masing-masing.



The End (untuk Chapter ini)

Terima kasih pada para pemain:

Puput

Lani

Mantannya Lani (yang tidak pernah muncul di naskah)


Komentar Sutradara + Penulis Naskah: Kirdi Putra


Hehehe.. untuk kesamaan nama dan kejadian, anggep aja keberuntungan.. walau cuma kebetulan, sukses buat kita semua…


Kirdi Putra, CHI, CHt, NLP.

Professional Personal Coach

(Professional Hypnotherapy, NLP, Spiritual Enhancement Program, etc)

Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTII)

Phone. +62 21 3283 9866

http://htii.blogspot.com/

For things to change, I have to change