Berkomunikasi Dengan Alam Semesta


Berkomunikasi Dengan Alam Semesta



Impian, keinginan dan harapan. Adalah sesuatu yang sangat diinginkan, bahkan diidam-idamkan oleh setiap orang. Apapun itu bentuknya dan apapun itu rupanya. Karena pada dasarnya, setiap manusia pastilah mempunyai keinginan dalam hidupnya. Apakah itu memperoleh kesuksesan, kebahagiaan bahkan hal-hal yang positif atau yang baik. Dan untuk memperoleh atau menggapainya berbagai cara serta usaha ditempuh oleh manusia. Mulai dari yang normal, hingga yang tidak normal. Hingga dari cara halal, sampai cara haram.

Keinginan atau harapan bisa saja membutakan penglihatan manusia. Maksudnya, saking bersemangatnya dan terobsesinya, hingga melupakan kegiatan yang wajib dijalani. Tapi menurut saya, itu tidak jadi masalah. Semakin bersemangat dan yakin bisa memperoleh apa yang diinginkan, maka peluang mendapatkannya semakin besar.

Secara mendasar, keinginan manusia itu terbagi menjadi dua, yakni keinginan secara sadar dan keinginan secara tak sadar. Keinginan secara sadar sendiri merupakan keinginan yang memang diucapkan secara jelas dan diucapkan dalam keadaan sadar. Sedangkan keinginan secara tidak sadar adalah, merupakan keinginan yang hanya diucapkan dalam hati. Atau istilahnya adalah self talk .

Setelah keinginan dan harapan diucapkan, pertanyaan berikutnya adalah, apakah keinginan tersebut bisa segera diwujudkan? Disinilah banyak orang yang belum mengerti, tidak tahu, bahkan ragu bagaimana proses hal itu bisa segera terwujud. Jika dari awal saja sudah timbul persepsi negatif, maka seterusnya terus seperti itu. Dalam arti kata, jika dari awal saja sudah ragu dan tidak yakin, maka sepanjang waktu proses perwujudan keinginan jadi terhambat atau gagal sama sekali karena adanya ketidakyakinan atau keraguan. Karena dengan keraguan, sudah pasti kita akan malas dan tidak mau menjalani proses atau usaha untuk meraih impian tersebut.

Lalu bagaimana proses masuknya keinginan atau harapan kedalam pikiran hingga pada akhirnya timbul perwujudan. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pikiran manusia itu terbagi menjadi dua, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Agar keinginan itu bisa tertanam sangat dalam di pikiran kita, maka keinginan atau harapan, yang sekarang saya sebut sebagai sugesti atau afirmasi harus masuk hingga pikiran bawah sadar. Jika masih tertanam dipikiran sadar apa yang terjadi? Akan timbul keraguan, penolakan. Karena sifat dari pikiran sadar itu adalah selalu membuat alasan yang sangat masuk akal.

Maka dari itu, self talk atau berbicara dalam hati adalah cara yang paling tepat agar sugesti atau afirmasi bisa masuk sampai ke pikiran bawah sadar. Setelah sugesti masuk kedalam pikiran bawah sadar, berilah rasa terhadap sugesti itu. Caranya adalah dengan melakukan visualisasi, berkhayal atau membayangkan bahwa apa yang kita inginkan itu menjadi kenyataan. Dari sinilah Hukum Ketertarikan (Law of Attraction ) berbicara. Dengan apa yang dipikirkan dengan segenap perhatian, energi dan konsentrasi pikiran baik positif atau negatif, maka hal itu akan datang dalam kehidupan kita. Jadi, jika sugesti kita disertai dengan rasa dan kefokusan tinggi, maka terpancarlah getaran-getaran yang mampu menarik hal-hal yang kita inginkan atau harapkan.

Getaran kepada siapa? Secara tidak sadar, dengan mengucapkan keinginan atau harapan didalam hati dan tertanama dipikiran bawah sadar, secara tidak sadar Anda sudah berkomunikasi dengan alam semesta. Ralph Waldo Emerson mengatakan bahwa "Once you make a decision, the universe conspires to make it happen ." yang artinya “Sekali Anda membuat suatu keputusan, alam bekerja untuk mewujudkannya”. Itulah yang menjelaskan, kenapa ada yang mengatakan, berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan atau inginkan. Maka akan menjadi kenyataan.

Dan ini pula yang membantah dengan apa yang disebut sebagai hal-hal yang bersifat “kebetulan”. Jika memang dikatakan kebetulan, kenapa seringkali terjadi. Karena secara tidak sadar dan tidak diketahui, Anda telah berkomunikasi dengan alam semesta dan alam semesta yang mewujudkannya. Tapi alam semesta tidak bekerja sendiri. Diatasnya, ada Sang Penguasa Alam Semesta, yakni Tuhan Yang Maha Esa. Dia lah yang mewujudkan semua keinginan-keinginan yang dibuat manusia. Tuhan pun pasti melihat, jika seseorang menginginkan suatu hal dengan bersemangat, yakin, tulus dan ikhlas, maka keinginannya pun terkabul segera. Jika dari setelah meminta keinginan timbul rasa ragu, Tuhan pasti berpikir pasti orang ini tidak sungguh-sungguh dalam meminta keinginan tersebut. Akhirnya, Tuhan pun menundanya atau bisa saja tidak mengabulkan sama sekali.

Terkait Hal itu, pakar psikologi, khususnya psikoanalisis, Sigmund Freud, mengatakan tentang “Penampakan Tuhan dalam Endapan Ketidaksadaran Kolektif”. Kaitannya adalah, jika dalam pikiran bawah sadar kita sudah tertanam nilai atau konsep tentang Ketuhanan, apapun yang dinginkan pasti terwujud karena yakin bahwa Tuhan, sebagai Sang Raja Manusia mengabulkan setiap permintaan. Kalau bingung, bayangkan atau imajinasikan kehadiran Tuhan secara nyata dalam pikiran bawah sadar kita yang membawa cahaya putih bersinar cerah, menyinari pikiran bawah sadar, yang dampaknya adalah memberikan keyakinan kepada kita untuk mampu mewujudkan setiap keinginan atau harapan.

Haris Prasetyo, S.Ikom, CHt

(terinspirasi dari tulisan kang Ayi Hidayat Ardisastra yang berjudul Superconscious Mind Dalam Hypnotherapy)

No comments: