Little Brother

Little Brother

Ayi Hidayat Ardisastra - Terapis Khusus Metode Little Brother


Apakah Anda ingat film yang berjudul Iron Man 1 dan 2, yang dibintangi oleh Jim Rhodey Rhodes serta film yang dibintangi oleh Keanu Reeves, yaitu film Johnny Mnemonic. Cerita di dalam kedua film tersebut menggambarkan seseorang yang menggunakan komputer canggih berupa Hologram untuk mengoperasikan program-program di komputer dan seakan-akan masuk ke dalamnya dengan menggunakan alat readbud - get paid to read and rate articlesyang dipasang pada kepalanya dengan layar komputer pada kacamatanya (Red. Kostum tukang las…). Nah, cara kerja dari kedua film tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari, bahkan bisa lebih canggih, karena tanpa komputer atau kostum seperti halnya tukang las, akan tetapi cukup dengan metode Little Brother.


Pasti Anda merasa heran, apakah Little Brother itu?…Maaf, yang anda maksudkan Little Brother di sini bukan grup band hip hop dari North Carolina Amerika Serikat, akan tetapi suatu metode dalam Hypnotherapy yang saya kembangkan dan praktekkan untuk menterapi beberapa klien yang sakit karena klinis atau medis bahkan Metafisika atau Supranatural. Pada awalnya, metode ini tidak bernama dan saya hanya memberi nama Clinical Hypnotherapy, atas saran seorang pakar Hypnotherapy dari HTII (Hypnosis Training Institute of Indonesia), yaitu Mardigu Wowiek Prasantyo memberikan nama metode ini dengan sebutan “Little Brother”.


Metode ini sebenarnya cukup sederhana, dan dapat dikatakan ilmiah, karena pada dasarnya metode ini memanfaatkan pikiran bawah sadar manusia, sehingga mencapai tingkat Superconscious Mind. Seperti halnya yang disampaikan oleh seorang pakar Hypnotherapy dari HTII juga yang bernama Kirdi Putra, mengatakan bahwa metode ini memang bersifat terhubungan atau berhubungan antara pikiran bawah sadar yang satu dengan yang lainnya, dalam hal ini disebut sebagai Superconscious Mind. Superconscious Mind adalah suatu media atau dimensi di mana pikiran bawah sadar manusia dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya.


Metode Little Brother dalam Hypnotherapy bisa dikatakan metode yang masih sangat baru. Dengan metode ini penyakit-penyakit yang ada dalam tubuh seseorang dapat dideteksi, serta memberikan perubahan lebih baik. Perubahan itu biasanya dapat dirasakan dalam waktu singkat seperti halnya obat. Selain itu, metode Little Brother juga mampu mendeteksi benda-benda yang tidak terdeteksi oleh alat kedokteran yang canggih sekalipun, seperti halnya benda-benda yang bersifat Metafisika.


Secara logika atau nalar manusia, metode Little Brother ini memang sulit dipercaya akan tetapi metode ini mampu dibuktikan secara ilmiah, karena hasil pendeteksian dengan metode Little Brother dalam bidang klinis atau medis dapat sesuai dengan hasil diagnosa dokter. Bahkan lebih daripada itu, metode Little Brother mampu mendeteksi bagian-bagian yang sangat sulit dijangkau oleh alat kedokteran.


Untuk memaksimalkan hasil terapi dengan menggunakan metode Little Brother , maka dalam prakteknya harus dilakukan oleh dua orang yang saling bekerjasama dan memiliki peran yang sama penting. Kedua orang tersebut memiliki peran dan tugas yang berbeda satu sama lain. Orang pertama dapat disebut sebagai pengarah atau Therapist, sementara itu orang kedua disebut sebagai Medium.


Berdasarkan pengalaman saya, ada ketentuan-ketentuan yang harus dipahami dan dilakukan oleh kedua orang tersebut yang tujuannya untuk melindungi kedua orang tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti halnya terkena induksi dari si penderita yang dapat berakibat tidak baik terhadap kedua orang tersebut. Selain itu, seorang Therapist juga harus mampu mengendalikan situasi, apabila terjadi sesuatu terhadap Medium.


Apakah kriteria seorang Therapist untuk metode Little Brother? Therapist metode Little Brother adalah seorang yang memiliki kemampuan dalam meng-hypnosis dan mengerti tentang Hypnotherapy, selain itu memiliki kemampuan bervisualisasi seperti halnya Medium dan mampu mengarahkan seorang Medium secara baik dan benar. Selain itu, Therapist harus memiliki kemampuan mendekati kemampuan seorang mediuam, karena pada kondisi tertentu Pengarah atau Penuntun harus mampu bertukar peran dengan Medium pada saat Terapi berjalan, hal ini disebabkan karena pada saat-saat tertentu Medium seringkali mengalami kesulitan.


Lalu siapakah Medium itu?, seorang Medium adalah seseorang dengan kemampuan tertentu yang dipilih untuk dijadikan sebagai perantara untuk melakukan Terapi dengan metode Little Brother. Medium bisa si penderita langsung, atau orang lain yang sudah menjalani serangkaian test oleh terapis. Kriteria menjadi seorang Medium adalah memiliki kemampuan bervisualisasi, berkonsentrasi penuh, tingkat kedalaman ketika dihypnosis dan pengetahuan dalam bidang anatomi atau kesehatan manusia (meskipun tidak mutlak). Akan tetapi, seseorang yang auditoripun mampu jadi medium yang baik, apabila tingkat kedalaman (trance) dalam hypnosis-nya tinggi, bahkan bisa lebih baik. Jadi, setiap orang mampu menjadi Medium, akan tetapi tingkat kemampuan setiap orang berbeda-beda, sehingga hasilnyapun akan berbeda.


Medium yang baik adalah Medium yang mampu merasakan aroma, mampu melihat secara detail, mampu mengetahui kondisi si penderita. Kelebihan dari metode Little Brother ini adalah dapat dilakukan secara jarak jauh, dan dapat dilakukan tanpa berhubungan langsung dengan si penderita, yaitu tanpa harus melibatkan si penderita, jadi cukup antara Therapist dan Medium saja.


Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan visualisasi akan tetapi kemampuan visualisasi setiap orang berbeda-beda, hal ini karena setiap orang memiliki tingkat kedalaman dalam rileksasi dan kemampuan dalam menginterpretasikan secara nyata dari hasil visualisasinya berbeda-beda pula, misalnya beberapa Medium memiliki kemampuan melihat hasil dari visualisasinya secara nyata, jelas dan terperinci, dan adapula Medium yang kemampuan melihat hasil visualisasinya kurang jelas dan terperinci, atau sebaliknya. Bahkan beberapa Medium dalam melihat hasil visualisasinya meng-identikkan dengan objek-objek lain, meskipun memiliki tingkat kedalaman rileksasinya sangat tinggi. Maka dalam hal ini, peran Therapist sangatlah penting untuk mengarahkan dan memahami apa yang terjadi sebenarnya.


Jadi kemampuan seorang Medium bukan hanya kedalaman ketika dihipnosis akan tetapi bagaimana bervisualisasi dan menginterpretasikan visualisasinya itu serta tingkat konsentrasi atau fokus dari Medium itu. Seperti halnya kutipan Mark Twain yang mengatakan bahwa “You can’t depend on your eyes, if your imagination is out of focus“, artinya anda tidak dapat bergantung pada kedua mata anda, bila imajinasi anda tidak fokus.


No comments: