Belakangan ini saya mengamati hipnosis menjadi trend baru sebagai pilihan teknik terapi, tidak saja di dunia Barat tetapi juga di Timur. Di Indonesia sendiri bahkan sepertinya semakin marak orang membincangnya. Sepengetahuan saya fenomena hipnosis bukan barang baru dalam budaya Indonesia, masyarakat tertentu telah lama mengenal dan memanfaatkan jenis terapi ini dalam keseharian hidup. Tidak saja para ahli terapi, dan para psikiater yang menggunakan teknik penyembuhan ini sebagai salah satu alternatif metode penyembuhan. Tetapi masyarakat awampun nampaknya tertarik mempelajarinya baik untuk kebutuhan pribadi atau untuk membantu orang lain. Terbukti akhir-akhir ini terdapat beberapa lembaga yang memberikan kursus singkat bersertifikat. Bahkan mereka yang jago marketing mampu melihat ada peluang bisnis yang menjanjikan dari pengembangan jenis terapi ini. Tetapi sebetulnya apa yang dicari orang melalui penyembuhan hipnoterapi ini?
Berdiri pada tahun 2004, sebuah lembaga pelatihan dengan spesialisasi training untuk pengembangan soft skill berupa aplikasi Hypnosis. Salah satu aplikasi psychology & hypnosis yang mampu mengubah seseorang dengan cukup cepat adalah metode Mind & Heart Programming. Metode ini berbeda dengan metode pengajaran hard skill yang banyak dikembangkan di Indonesia.
HIPNOTERAPI DAN KEBAHAGIAAN
Belakangan ini saya mengamati hipnosis menjadi trend baru sebagai pilihan teknik terapi, tidak saja di dunia Barat tetapi juga di Timur. Di Indonesia sendiri bahkan sepertinya semakin marak orang membincangnya. Sepengetahuan saya fenomena hipnosis bukan barang baru dalam budaya Indonesia, masyarakat tertentu telah lama mengenal dan memanfaatkan jenis terapi ini dalam keseharian hidup. Tidak saja para ahli terapi, dan para psikiater yang menggunakan teknik penyembuhan ini sebagai salah satu alternatif metode penyembuhan. Tetapi masyarakat awampun nampaknya tertarik mempelajarinya baik untuk kebutuhan pribadi atau untuk membantu orang lain. Terbukti akhir-akhir ini terdapat beberapa lembaga yang memberikan kursus singkat bersertifikat. Bahkan mereka yang jago marketing mampu melihat ada peluang bisnis yang menjanjikan dari pengembangan jenis terapi ini. Tetapi sebetulnya apa yang dicari orang melalui penyembuhan hipnoterapi ini?
Little Brother
Little Brother
Ayi Hidayat Ardisastra - Terapis Khusus Metode Little Brother
Apakah Anda ingat film yang berjudul Iron Man 1 dan 2, yang dibintangi oleh Jim Rhodey Rhodes serta film yang dibintangi oleh Keanu Reeves, yaitu film Johnny Mnemonic. Cerita di dalam kedua film tersebut menggambarkan seseorang yang menggunakan komputer canggih berupa Hologram untuk mengoperasikan program-program di komputer dan seakan-akan masuk ke dalamnya dengan menggunakan alat readbud - get paid to read and rate articlesyang dipasang pada kepalanya dengan layar komputer pada kacamatanya (Red. Kostum tukang las…). Nah, cara kerja dari kedua film tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari, bahkan bisa lebih canggih, karena tanpa komputer atau kostum seperti halnya tukang las, akan tetapi cukup dengan metode Little Brother.
Pasti Anda merasa heran, apakah Little Brother itu?…Maaf, yang anda maksudkan Little Brother di sini bukan grup band hip hop dari North Carolina Amerika Serikat, akan tetapi suatu metode dalam Hypnotherapy yang saya kembangkan dan praktekkan untuk menterapi beberapa klien yang sakit karena klinis atau medis bahkan Metafisika atau Supranatural. Pada awalnya, metode ini tidak bernama dan saya hanya memberi nama Clinical Hypnotherapy, atas saran seorang pakar Hypnotherapy dari HTII (Hypnosis Training Institute of Indonesia), yaitu Mardigu Wowiek Prasantyo memberikan nama metode ini dengan sebutan “Little Brother”.
Metode ini sebenarnya cukup sederhana, dan dapat dikatakan ilmiah, karena pada dasarnya metode ini memanfaatkan pikiran bawah sadar manusia, sehingga mencapai tingkat Superconscious Mind. Seperti halnya yang disampaikan oleh seorang pakar Hypnotherapy dari HTII juga yang bernama Kirdi Putra, mengatakan bahwa metode ini memang bersifat terhubungan atau berhubungan antara pikiran bawah sadar yang satu dengan yang lainnya, dalam hal ini disebut sebagai Superconscious Mind. Superconscious Mind adalah suatu media atau dimensi di mana pikiran bawah sadar manusia dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Metode Little Brother dalam Hypnotherapy bisa dikatakan metode yang masih sangat baru. Dengan metode ini penyakit-penyakit yang ada dalam tubuh seseorang dapat dideteksi, serta memberikan perubahan lebih baik. Perubahan itu biasanya dapat dirasakan dalam waktu singkat seperti halnya obat. Selain itu, metode Little Brother juga mampu mendeteksi benda-benda yang tidak terdeteksi oleh alat kedokteran yang canggih sekalipun, seperti halnya benda-benda yang bersifat Metafisika.
Secara logika atau nalar manusia, metode Little Brother ini memang sulit dipercaya akan tetapi metode ini mampu dibuktikan secara ilmiah, karena hasil pendeteksian dengan metode Little Brother dalam bidang klinis atau medis dapat sesuai dengan hasil diagnosa dokter. Bahkan lebih daripada itu, metode Little Brother mampu mendeteksi bagian-bagian yang sangat sulit dijangkau oleh alat kedokteran.
Untuk memaksimalkan hasil terapi dengan menggunakan metode Little Brother , maka dalam prakteknya harus dilakukan oleh dua orang yang saling bekerjasama dan memiliki peran yang sama penting. Kedua orang tersebut memiliki peran dan tugas yang berbeda satu sama lain. Orang pertama dapat disebut sebagai pengarah atau Therapist, sementara itu orang kedua disebut sebagai Medium.
Berdasarkan pengalaman saya, ada ketentuan-ketentuan yang harus dipahami dan dilakukan oleh kedua orang tersebut yang tujuannya untuk melindungi kedua orang tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti halnya terkena induksi dari si penderita yang dapat berakibat tidak baik terhadap kedua orang tersebut. Selain itu, seorang Therapist juga harus mampu mengendalikan situasi, apabila terjadi sesuatu terhadap Medium.
Apakah kriteria seorang Therapist untuk metode Little Brother? Therapist metode Little Brother adalah seorang yang memiliki kemampuan dalam meng-hypnosis dan mengerti tentang Hypnotherapy, selain itu memiliki kemampuan bervisualisasi seperti halnya Medium dan mampu mengarahkan seorang Medium secara baik dan benar. Selain itu, Therapist harus memiliki kemampuan mendekati kemampuan seorang mediuam, karena pada kondisi tertentu Pengarah atau Penuntun harus mampu bertukar peran dengan Medium pada saat Terapi berjalan, hal ini disebabkan karena pada saat-saat tertentu Medium seringkali mengalami kesulitan.
Lalu siapakah Medium itu?, seorang Medium adalah seseorang dengan kemampuan tertentu yang dipilih untuk dijadikan sebagai perantara untuk melakukan Terapi dengan metode Little Brother. Medium bisa si penderita langsung, atau orang lain yang sudah menjalani serangkaian test oleh terapis. Kriteria menjadi seorang Medium adalah memiliki kemampuan bervisualisasi, berkonsentrasi penuh, tingkat kedalaman ketika dihypnosis dan pengetahuan dalam bidang anatomi atau kesehatan manusia (meskipun tidak mutlak). Akan tetapi, seseorang yang auditoripun mampu jadi medium yang baik, apabila tingkat kedalaman (trance) dalam hypnosis-nya tinggi, bahkan bisa lebih baik. Jadi, setiap orang mampu menjadi Medium, akan tetapi tingkat kemampuan setiap orang berbeda-beda, sehingga hasilnyapun akan berbeda.
Medium yang baik adalah Medium yang mampu merasakan aroma, mampu melihat secara detail, mampu mengetahui kondisi si penderita. Kelebihan dari metode Little Brother ini adalah dapat dilakukan secara jarak jauh, dan dapat dilakukan tanpa berhubungan langsung dengan si penderita, yaitu tanpa harus melibatkan si penderita, jadi cukup antara Therapist dan Medium saja.
Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan visualisasi akan tetapi kemampuan visualisasi setiap orang berbeda-beda, hal ini karena setiap orang memiliki tingkat kedalaman dalam rileksasi dan kemampuan dalam menginterpretasikan secara nyata dari hasil visualisasinya berbeda-beda pula, misalnya beberapa Medium memiliki kemampuan melihat hasil dari visualisasinya secara nyata, jelas dan terperinci, dan adapula Medium yang kemampuan melihat hasil visualisasinya kurang jelas dan terperinci, atau sebaliknya. Bahkan beberapa Medium dalam melihat hasil visualisasinya meng-identikkan dengan objek-objek lain, meskipun memiliki tingkat kedalaman rileksasinya sangat tinggi. Maka dalam hal ini, peran Therapist sangatlah penting untuk mengarahkan dan memahami apa yang terjadi sebenarnya.
Jadi kemampuan seorang Medium bukan hanya kedalaman ketika dihipnosis akan tetapi bagaimana bervisualisasi dan menginterpretasikan visualisasinya itu serta tingkat konsentrasi atau fokus dari Medium itu. Seperti halnya kutipan Mark Twain yang mengatakan bahwa “You can’t depend on your eyes, if your imagination is out of focus“, artinya anda tidak dapat bergantung pada kedua mata anda, bila imajinasi anda tidak fokus.
Berkomunikasi Dengan Alam Semesta
Berkomunikasi Dengan Alam Semesta
Impian, keinginan dan harapan. Adalah sesuatu yang sangat diinginkan, bahkan diidam-idamkan oleh setiap orang. Apapun itu bentuknya dan apapun itu rupanya. Karena pada dasarnya, setiap manusia pastilah mempunyai keinginan dalam hidupnya. Apakah itu memperoleh kesuksesan, kebahagiaan bahkan hal-hal yang positif atau yang baik. Dan untuk memperoleh atau menggapainya berbagai cara serta usaha ditempuh oleh manusia. Mulai dari yang normal, hingga yang tidak normal. Hingga dari cara halal, sampai cara haram.
Keinginan atau harapan bisa saja membutakan penglihatan manusia. Maksudnya, saking bersemangatnya dan terobsesinya, hingga melupakan kegiatan yang wajib dijalani. Tapi menurut saya, itu tidak jadi masalah. Semakin bersemangat dan yakin bisa memperoleh apa yang diinginkan, maka peluang mendapatkannya semakin besar.
Secara mendasar, keinginan manusia itu terbagi menjadi dua, yakni keinginan secara sadar dan keinginan secara tak sadar. Keinginan secara sadar sendiri merupakan keinginan yang memang diucapkan secara jelas dan diucapkan dalam keadaan sadar. Sedangkan keinginan secara tidak sadar adalah, merupakan keinginan yang hanya diucapkan dalam hati. Atau istilahnya adalah self talk .
Setelah keinginan dan harapan diucapkan, pertanyaan berikutnya adalah, apakah keinginan tersebut bisa segera diwujudkan? Disinilah banyak orang yang belum mengerti, tidak tahu, bahkan ragu bagaimana proses hal itu bisa segera terwujud. Jika dari awal saja sudah timbul persepsi negatif, maka seterusnya terus seperti itu. Dalam arti kata, jika dari awal saja sudah ragu dan tidak yakin, maka sepanjang waktu proses perwujudan keinginan jadi terhambat atau gagal sama sekali karena adanya ketidakyakinan atau keraguan. Karena dengan keraguan, sudah pasti kita akan malas dan tidak mau menjalani proses atau usaha untuk meraih impian tersebut.
Lalu bagaimana proses masuknya keinginan atau harapan kedalam pikiran hingga pada akhirnya timbul perwujudan. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pikiran manusia itu terbagi menjadi dua, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Agar keinginan itu bisa tertanam sangat dalam di pikiran kita, maka keinginan atau harapan, yang sekarang saya sebut sebagai sugesti atau afirmasi harus masuk hingga pikiran bawah sadar. Jika masih tertanam dipikiran sadar apa yang terjadi? Akan timbul keraguan, penolakan. Karena sifat dari pikiran sadar itu adalah selalu membuat alasan yang sangat masuk akal.
Maka dari itu, self talk atau berbicara dalam hati adalah cara yang paling tepat agar sugesti atau afirmasi bisa masuk sampai ke pikiran bawah sadar. Setelah sugesti masuk kedalam pikiran bawah sadar, berilah rasa terhadap sugesti itu. Caranya adalah dengan melakukan visualisasi, berkhayal atau membayangkan bahwa apa yang kita inginkan itu menjadi kenyataan. Dari sinilah Hukum Ketertarikan (Law of Attraction ) berbicara. Dengan apa yang dipikirkan dengan segenap perhatian, energi dan konsentrasi pikiran baik positif atau negatif, maka hal itu akan datang dalam kehidupan kita. Jadi, jika sugesti kita disertai dengan rasa dan kefokusan tinggi, maka terpancarlah getaran-getaran yang mampu menarik hal-hal yang kita inginkan atau harapkan.
Getaran kepada siapa? Secara tidak sadar, dengan mengucapkan keinginan atau harapan didalam hati dan tertanama dipikiran bawah sadar, secara tidak sadar Anda sudah berkomunikasi dengan alam semesta. Ralph Waldo Emerson mengatakan bahwa "Once you make a decision, the universe conspires to make it happen ." yang artinya “Sekali Anda membuat suatu keputusan, alam bekerja untuk mewujudkannya”. Itulah yang menjelaskan, kenapa ada yang mengatakan, berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan atau inginkan. Maka akan menjadi kenyataan.
Dan ini pula yang membantah dengan apa yang disebut sebagai hal-hal yang bersifat “kebetulan”. Jika memang dikatakan kebetulan, kenapa seringkali terjadi. Karena secara tidak sadar dan tidak diketahui, Anda telah berkomunikasi dengan alam semesta dan alam semesta yang mewujudkannya. Tapi alam semesta tidak bekerja sendiri. Diatasnya, ada Sang Penguasa Alam Semesta, yakni Tuhan Yang Maha Esa. Dia lah yang mewujudkan semua keinginan-keinginan yang dibuat manusia. Tuhan pun pasti melihat, jika seseorang menginginkan suatu hal dengan bersemangat, yakin, tulus dan ikhlas, maka keinginannya pun terkabul segera. Jika dari setelah meminta keinginan timbul rasa ragu, Tuhan pasti berpikir pasti orang ini tidak sungguh-sungguh dalam meminta keinginan tersebut. Akhirnya, Tuhan pun menundanya atau bisa saja tidak mengabulkan sama sekali.
Terkait Hal itu, pakar psikologi, khususnya psikoanalisis, Sigmund Freud, mengatakan tentang “Penampakan Tuhan dalam Endapan Ketidaksadaran Kolektif”. Kaitannya adalah, jika dalam pikiran bawah sadar kita sudah tertanam nilai atau konsep tentang Ketuhanan, apapun yang dinginkan pasti terwujud karena yakin bahwa Tuhan, sebagai Sang Raja Manusia mengabulkan setiap permintaan. Kalau bingung, bayangkan atau imajinasikan kehadiran Tuhan secara nyata dalam pikiran bawah sadar kita yang membawa cahaya putih bersinar cerah, menyinari pikiran bawah sadar, yang dampaknya adalah memberikan keyakinan kepada kita untuk mampu mewujudkan setiap keinginan atau harapan.
Haris Prasetyo, S.Ikom, CHt
(terinspirasi dari tulisan kang Ayi Hidayat Ardisastra yang berjudul Superconscious Mind Dalam Hypnotherapy)
Superconscious Mind Dalam Hypnotherapy
Superconscious Mind Dalam Hypnotherapy
13 Februari 2010
By: Ayi Hidayat Ardisastra, Cht
Ralp Waldo Emerson mengatakan bahwa "Once you make a decision, the universe conspires to make it happen." yang artinya “Sekali Anda membuat suatu keputusan, alam bekerja untuk mewujudkannya”. Apabila kita kaji lebih dalam lagi arti dari keputusan itu, maka dapat saya diartikan sebagai “Keinginan atau Impian”.
Saya ingat beberapa tahun lalu, ketika saya menonton film “The X-Man” di salah satu bioskop di Jakarta dan saya berhayal ingin menjadi seseorang yang memiliki kekuatan seperti dalam film tersebut, salah satunya adalah The Professor X, yang memiliki kekuatan pikiran yang sangat dahsyat, yaitu bisa menemukan orang-orang mutant di manapun mereka berada dan menggerakkan benda-benda di sekitarnya hanya dengan menggunakan pikirannya. Kemudian saya juga ingat ketika saya menonton film “The Matrix”, disitu manusia bisa masuk ke dimensi lain. Ada lagi film-film yang menjadi inspirasi saya, yaitu film-film yang dapat melewati ruang waktu baik di masa lalu maupun masa depan, kemudian bagaimana kecanggihan alat-alat modern dengan system “Hologram” mampu melihat sesuatu di tempat lain seperti peta yang Touch screen.
Pertanyaannya adalah, apakah itu semua hanya impian kosong? Apakah semua itu bisa terwujud? Saya bertahun-tahun berhayal seperti layaknya anak kecil, dan ternyata di usia saya 40 tahun, Jawaban itu baru saya dapatkan, bahwa semua itu bisa diwujudkan. Saya telah mengalami beberapa hal yang benar-benar membuat saya berfikir bahwa, hampir semua hayalan saya dapat diwujudkan dengan metode yang telah saya pelajari selama ini, memang masih berbeda dengan yang terdapat di film-film tersebut. Metode yang saya alami adalah masih bersifat visualisasi, akan tetapi visualisasi tersebut benar-benar telah mewujudkan semua impian-impian saya itu.
Lalu metode apa untuk mewujudkan semua impian itu? Sesuai dengan yang saya alami, metode Hypnotherapy adalah salah satu perangkat yang dapat mewujudkan semua impian saya dan alam telah membantu saya untuk mewujudkannya. Dengan kekuatan pikiran, yang dibantu dengan metode Hypnotherapy saya mampu memasuki dimensi lain seperti halnya dalam film “The Matrix” dan sifatnya seperti “Hologram”. Untuk mencapai ke tingkat seperti dalam film “The Matrix”, saya harus membuat diri saya atau medium ke tingkat “Superconscious Mind”. Lalu apakah Superconscious Mind itu?
Napoleon Hill menyebutnya sebagai “Infinite Intelligence” artinya kecerdasaran tak terhingga, sementara para ilmuwan menyebutnya ”Universal Mind” artinya Pikiran Semesta, jadi Superconscious Mind itu memiliki kekuatan untuk menghubungkan satu pikiran dengan pikiran yang lainnya atau dengan alam, dan hal ini juga dapat membantu Anda dalam membuat suatu keputusan serta menjawab apa yang Anda inginkan.
Dengan menggunakan kekuatan Superconscious Mind, mengingatkan saya ketika saya melakukan terapi kepada salah satu client saya yang sakit Tumor di dalam Rahimnya. Ketika itu dokter belum memberikan diagnose tentang penyakitnya. Akan tetapi dengan memanfaatkan Superconscious Mind, saya dapat mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh client tersebut, dan hasil dari dari terapi tersebut ternyata terdapat Tumor di dinding rahim dalam dan luarnya serta di Ovariumnya. Pada tanggal 9 Februari 2010, dokter memberitahukan hasil USG-nya dan hasilnya persis seperti yang saya ketahui dengan menggunakan metode Hypnotherapy. Pada hari yang sama client tersebut di USG lagi untuk melihat kondisi Tumornya dan pada pada tanggal 11 Februari 2010, dokter memberikan informasi bahwa tumornya hanya tersisa di ovarium dan harus di operasi.
Pengalaman saya yang lain dengan memanfaatkan kekuatan Superconscious Mind adalah ketika saya melakukan terapi pada client yang memiliki penyakit radang otak, yang menyebabkan banyak anggota tubuhnya menjadi tidak berfungsi. Dengan Superconscious Mind, saya dapat mengetahui bahwa adanya cairan yang keluar dari dalam otaknya dan hal ini dibenarkan oleh client yang berdasarkan diagnose dokter. Bahkan dengan Superconscious Mind tersebut saya dapat mengetahui adanya virus di dalam tubuh client. Itulah kekuatan pikiran manusia yang sangat dahsyat dan dengan kekuatan pikiran, Anda dapat melakukan apapun yang Anda inginkan termasuk menyembuhkan penyakit Anda sendiri.
Dalam memanfaatkan Superconscioous Mind setiap orang memiliki paradigman yang berbeda-beda, sehingga visualisasi yang dihasilkan oleh setiap orangpun akan berbeda, hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki daya hayal yang berbeda-beda pula, misalnya apabila Anda seorang yang suka memvisualisasikan sesuatu dan mengidentikkannya dengan benda lain atau apapun, maka yang akan anda lihat bukan yang sebenarnya akan tetapi benda yang Anda diidentikkan tersebut, sedangkan apabila Anda memvisualisasikan sesuatu sesuai dengan kenyataannya, maka yang akan Anda lihat adalah yang sebenarnya.
Tidak ada yang salah dalam perbedaan memvisualisasikan sesuatu, karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, akan tetapi yang terpenting adalah hasil ahir dari apa yang divisualisasikan tersebut. Seperti pernyataannya Brian Tracy yang mengatakan bahwa “How is it called is not important. What’s important is what it can do for you” artinya Tidak penting bagaimana mengartikannya, yang terpenting adalah apa yang dia lakukan untuk Anda”
Nah bagi Anda yang suka bervisualisasikan, manfaatkanlah kemampuan Anda tersebut, karena hal ini akan berharga bagi hidup Anda dan alam semesta akan membantu Anda untuk mewujudkannya. Tuhan telah menyediakan semua kebutuhan manusia di alam semesta ini, tinggal bagaimana Anda memanfaatkannya dan bagaimana Anda menggapainya.
Good luck!!!
Ayi Hidayat Ardisastra, CHt
Anchor, si tombol emosi.
Pertanyaannya, kenapa bisa? kalau mau ditelusuri, pasti orang itu setelah mengalami peristiwa itu, entah secara sadar atau tidak mendengarkan sebuah lagu. waktu pun berlalu, dia pun tidak mendengarkan lagu itu kembali. Tapi, disuatu saat, tanpa sengaja dia kembali mendengarkan lagu itu, peristiwa yang pernah dialami secara otomatis muncul secara cepat dan tanpa ia minta.
Contoh lain, ini terjadi dengan teman saya. Ketika dia menyebut kata MP (Multiply, sebuah situs blog semacam blogspot atau wordpress), tiba-tiba ia pun teringat akan mantan pacarnya yang pernah menulis di situs itu.
Mungkin Anda pernah mengalami masalah seperti itu, dengan kondisi serta permasalahan berbeda. Tapi, persamaannya adalah, ada pemicu yang memunculkan kembali peristiwa tersebut di pikiran. Apakah ada penjelasan tentang hal itu? Jawabannya ada.
Begini, pikiran manusia itu dibagi dua, pikiran sadar (conscious mind ) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind ). Pikiran sadar itu sendiri bersifat analitis, kritis, logika dan detail. Sedangkan pikiran bawah sadar sendiri berfungsi menyimpan hal-hal yang bersifat kebiasaan (baik atau buruk), emosi, memori jangka panjang, kreativitas, kepribadian, persepi, belief serta value. Dan diantara pikiran sadar dan bawah sadar, dibatasi oleh semacam gerbang yang dinamakan Raticular Activating System (RAS). Dalam kesehariannya, 88% (ada juga yang 90&), tindakan manusia itu dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar dan sisanya oleh pikiran sadar.
Setelah mengetahui tentang pikiran manusia, penjelasan berikutnya mengapa kejadian yang sudah saya contohkan bisa terjadi. Ketika manusia mencapai usia dewasa, gerbang RAS nya mulai tertutup sempurna dan tidak dapat diperkiran kapan bisa terbuka. Karena, jika sudah terbuka, maka segala informasi apapun akan masuk dengan mudah. Apakah itu informasi yang positif atau negatif. Karena, pikiran bawah sadar itu tidak mengenal benar atau salah.
Nah, dalam kondisi yang saya contohkan sebelumnya, yang terjadi adalah munculnya perasaan emosional akibat dari peristiwa yang dialami. Salah satu kondisi yang bisa membuka gerbang RAS adalah kondisi emosional. Ketika RAS, terbuka, maka informasi yang diterima dengan mudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Dan ketika RAS terbuka kembali, maka informasi yang disimpan, bisa muncul kembali dipikiran.
Jika dirunut, kenapa bisa muncul, pasti ada sebab atau pemicu. Dalam dunia hipnoterapi dikenal adanya anchoring. Dalam kamus bahasa Inggris, anchoring adalah jangkar, alat yang digunakan kapal kedasar laut yang tidak dalam supaya kapal tidak berpindah tempat.
Sedangkan dalam dunia terapi, seperti ditulis dalam buku "Hypnotherapy, the art of subconscious restructuring" karya Adi W Gunawan, Anchor lebih mudah dimengerti apabila kita menyederhanakanya sebagai konstruk stimulus-respon, yaitu bahwa suatu stimulus yang spesifik memicu sekumpulan respon internal dan atau tindakan. Jadi, anchor berfungsi sebagai "penambat" pikiran pada suatu respon. Setiap kali "terkena" anchor, respon kita akan selalu sama.

Dari kutipan itu, ditambah dengan arti anchor yang sebenarnya, bahwa 'jangkar' itu tertanam di pikiran bawah sadar. Istilah saya, jika jangkar itu ditancapkan, maka memori atau ingatan akan suatu hal yang diminta atau tidak diminta akan muncul kembali.
Yang tidak diminta, contohnya seperti yang saya sebutan di awal. Lalu apakah bisa anchor yang muncul ketika diminta. Jawabannya bisa. Seperti yang tadi siang saya lakukan ketika menghadiri pelatihan hypnosis fundamental oleh HTII (Hypnosis Tranining Institute of Indonesia). Saya diminta untuk memberikan anchor kepada dua orang peserta pelatihan dengan masalah yang berbeda. Pertama, kepada seorang peramal yang minta agar lebih percaya diri ketika bertemu klien serta menimbulkan rasa senang klien kepada si peramal. Kedua, seorang petugas keamanan yang meminta agar bisa meredam emosi yang suka meledak-ledak.
Akhirnya saya pun menanamkan anchor kepada kedua orang itu. Sebelum menanamkan anchor, saya terlebih dahulu membuat mereka fokus dan rileks agar pikiran bawah sadarnya terbuka. Atau dalam istilah di hipnosis adalah trance. Setelah dirasa sudah cukup dalam serta rileks, penanaman anchor pun dilakukan dengan menggunakan sugesti verbal serta imajinasi. Untuk yang peramal, saya meminta agar membayangkan peristiwa atau kejadian yang membuat dia merasa percaya diri dan yakin melakukan sesuatu. Anchornya pun saya tanam dengan mengepalkan tangan kanannya.
Untuk orang yang kedua, saya minta membayangkan peristiwa atau kejadian dimana ia merasa senang, bahagia atau ceria. Dan anchornya saya tanamkan di bahu kirinya. Jadi, setiap dia memegang bahu kirinya maka memori itu akan secara cepat dan otomatis akan muncul dipikirannya.
Terminasi, atau proses pengembalian dari kondisi trance ke kondisi biasa, saya tanya apa yang dirasakan dan meminta mengakses anchor yang saya tanam. Hasilnya mereka cukup senang dan puas, bahkan si petugas keamanan tersebut ketika memegang bahu kirinya, dia langsung tersenyum dengan ceria. Dan, untuk peramal, ketika mengepalkan tangannya, dengan percaya diri dia mengatakan, "mau diramal pak?".
Terakhir, ketika melakukan proses anchoring, terutama ketika diminta oleh seseorang, tanamlah dengan memori atau kejadian yang positif atau menyenangkan. Mungkin tidak bisa kita bisa bayangkan ketika kita menanamnya dengan hal negatif. Dan untuk yang mengalami anchoring dengan tidak sengaja, setidaknya lebih mengetahui prosesnya sehingga tidak timbul pertanyaan dikemudian hari.
Semoga bermanfaat
Haris Prasetyo, S.Ikom, CH, CHt