Showing posts with label Artikel Alumni HTII. Show all posts
Showing posts with label Artikel Alumni HTII. Show all posts

HIPNOTERAPI DAN KEBAHAGIAAN


By,



Belakangan ini saya mengamati hipnosis menjadi trend baru sebagai pilihan teknik terapi, tidak saja di dunia Barat tetapi juga di Timur. Di Indonesia sendiri bahkan sepertinya semakin marak orang membincangnya. Sepengetahuan saya fenomena hipnosis bukan barang baru dalam budaya Indonesia, masyarakat tertentu telah lama mengenal dan memanfaatkan jenis terapi ini dalam keseharian hidup. Tidak saja para ahli terapi, dan para psikiater yang menggunakan teknik penyembuhan ini sebagai salah satu alternatif metode penyembuhan. Tetapi masyarakat awampun nampaknya tertarik mempelajarinya baik untuk kebutuhan pribadi atau untuk membantu orang lain. Terbukti akhir-akhir ini terdapat beberapa lembaga yang memberikan kursus singkat bersertifikat. Bahkan mereka yang jago marketing mampu melihat ada peluang bisnis yang menjanjikan dari pengembangan jenis terapi ini. Tetapi sebetulnya apa yang dicari orang melalui penyembuhan hipnoterapi ini?

Berbagai manfaat penggunaan hipnoterapi dapat dilihat dari banyaknya iklan di media dan brosur-brosur yang tersebar diberbagai tempat, di wilayah publik seperti toko buku, dan juga salon-salon pun tidak absen. Meskipun hipnoterapi sedang trend dalam dunia “healing”, tapi masih banyak anggota masyarakat yang memiliki pendapat “miring” terhadap teknik ini. Beberapa teman saya berpendapat hipnosis itu tak ubahnya seperti sihir alias magic. Orang-orang yang religius mengatakan itu ilmu setan. Wah…saya pikir pandangan seperti ini dikarenakan ketidaktahuan saja. Jika kita mau sedikit meluangkan waktu untuk mengurai sejarahnya, maka ditemukanlah sesungguhnya hipnoterapi sudah ada beratus-ratus tahun lamanya. Fenomena ini sangat “familiar” sepanjang kehidupan manusia. Hipnoterapi memiliki tujuan dan manfaat yang beragam tergantung siapa yang menggunakannya.

Memang tercatat dari sumber sejarah peradaban manusia metode penyembuhan ini dibeberapa tempat dan suku bangsa pada zaman dahulu dan juga sekarang selalu dihubungkan dengan berbagai ritual keagamaan dan kepercayaan, juga kekuatan supranatural. Sehingga orang modern yang berpikir “cara Barat”, yakni logik, konkrit, rasional dan linear bersikap agak skeptic terhadap ilmu ini. Tapi coba kita lihat dari perspektif yang berbeda?

Hipnoterapi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1734 - 1815 oleh Dr. Frans Anton Mesmer di Viena Austria, dimana awal pertama kali hipnoterapi diterapkan untuk penyembuhan psikoterapi, mencegah timbulnya gangguan kesehatan, peningkatan taraf kesehatan, serta untuk upaya rehabilitasi lainnya. Hipnoterapi adalah suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis. Sedangkan hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada ‘pikiran bawah sadar’. Istilah hipnoterapi mengacu dari kata “Hypno” bahasa Yunani berarti ‘tidur’. Memang terapi penyembuhan hipnoterapi diawali dengan mengondisikan pasien dalam fase relaksasi (seperti orang tertidur) sebelum dilakukan terapi inti. Hipnoterapi bekerja pada jiwa bawah sadar (alpha state) manusia.

Agar jiwa bawah sadar bangkit, pasien harus masuk dalam kondisi relaksasi, atau mengistirahatkan jiwa sadarnya. Dalam kondisi ini rekaman bawah sadarnya seperti gangguan kesehatan yang dirasakan akan diketahui. Rekaman bawah sadar yang negatif akan diperbaharui dengan memberikan sugesti-sugesti positif oleh terapis melalui hipnoterapi. Sugesti ini diberikan secara terus-menerus hingga tercapai keadaan rekaman bawah sadar yang negatif menghilang dan digantikan oleh sugesti positif. Pikiran bawah sadar manusia menyimpan misteri yang sulit dipercaya luar biasanya.

Hipnoterapi telah terbukti memiliki beragam kegunaan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkenaan dengan emosi dan perilaku. Bahkan beberapa kasus medis serius seperti kanker dan serangan jantung, hipnoterapi mempercepat pemulihan kondisi seorang penderita. Hal ini sangat dimungkinkan karena hipnoterapi diarahkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memprogram ulang penyikapan individu terhadap penyakit yang dideritanya. Selain itu hipnoterapi juga berguna dalam mengatasi beragam kasus berkenaan dengan kecemasan, ketegangan, depresi, phobia dan untuk menghilangkan kebiasaan buruk seperti ketergantungan pada rokok, alkohol dan obat-obatan. Uniknya, hipnoterapi ternyata dapat membawa seseorang ke masa lampau disebut Past Life Regression yang biasanya dipakai untuk mengobati trauma. Menurut para psikolog, trauma dapat menghalangi seseorang merasakan kebahagiaan.

Percayakah Anda bahwa hipnoterapi dapat membantu kita meraih kebahagiaan? Secara nature manusia memiliki kebutuhan psikologis yang mendasar, misalnya kebutuhan memiliki perasaan damai, kebutuhan untuk dicintai, dan kebutuhan untuk dihargai. Namun manusia sebagai makhluk sosial kerap mengalami berbagai peristiwa negatif yang kemudian mengakibatkan kebutuhan-kebutuhan tersebut di atas tidak terpenuhi. Tidak jarang dalam masa pertumbuhannya seseorang mendapatkan pengalaman yang mengganggu jiwanya, misalnya korban kekerasan . Sikap kasar dan penggunaan bahasa yang tidak santun membuat orang sakit hati dan memendam kebencian. Perlakuan para pengasuh atau para pendidik yang tidak didasari oleh unconditional love memberikan peluang tidak saja pada hilangnya rasa percaya diri, namun juga rasa trust pada orang lain, baik secara sadar maupun tidak kita memasukkan emosi negatif atau disebut ‘Engram’.

Di dalam alam bawah sadar kita menyimpan sekian banyak memori negatif dan memori positif. Namun ketika kita lebih banyak dipengaruhi oleh memori negatif, maka hidup ini terasa tidak nyaman. Kalau mau jujur kita tidak jarang memilih untuk meredam perasaan-perasaan itu ketimbang menyelesaikannya. Itu berarti kita membiarkan diri kita didominasi oleh emosi-emosi negatif. Lalu kemana fitrah diri kita yang penuh dengan cinta, mulia, agung, dan bahagia itu. Kita seolah tidak kreatif berupaya menghidupkan nilai-nilai Ilahiah itu ketika menjalani hidup ini. Padahal kata James Redfield manusia adalah Co-Creator, artinya manusia punya otoritas menentukan apa yang ingin dia jalani ataupun apa yang ingin dia rasakan, apakah ingin bahagia atau ingin menderita.

Menurut Abraham Maslow orang yang bahagia adalah orang yang mampu mencapai tahap aktualisasi diri dan mengalami peak experience. Tetapi bagaimana mungkin orang mencapai tahap itu jika dia tidak percaya diri dikarenakan trauma. Sejalan dengan Abraham Maslow, Imam Al-Ghazali mengatakan hendaknya manusia melakukan latihan-latihan riyadhah untuk mampu mengaktualisasikan sifat-sifat luhur yang innate agar kembali ke fitrahnya. Jika seorang kembali kepada sifat innate-nya yang fitrah itu, maka dia meraih kebahagiaan sejati. Oleh karenanya, dalam dunia Islam kita dianjurkan untuk berzikir yaitu dengan mengucapkan berulang kali bahkan ada yang sampai seribu kali sifat-sifat Allah SWT, seperti “Ya Rahman (Maha Penyayang), Ya Rahim (Maha Pengasih)”. Hipnoterapi merupakan terapi holistik yang menghubungkan Anda dengan potensi tertinggi Anda dan berhubungan dengan esensi sejati Anda. Nah sekarang bagaimana caranya mendapatkan kebahagiaan seperti yang dikatakan oleh para pakar di atas baik oleh Abraham Maslow maupun Imam Al-Ghazali itu.

Mungkin self hypnosis seperti dalam tradisi hipnoterapi dimana dalam prosesnya kita memberikan sugesti secara bertahap tapi konstan dengan mengucapkan affirmasi positif pada diri kita. Kita buang emosi-emosi negatif dalam memori kita dan kemudian menghujamkan kata-kata positif pada alam bawah sadar kita. Hipnoterapi saya yakin dapat menjadi salah satu teknik terapi yang dapat kita gunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit hati, benci, dendam, iri hati, dan cemburu buta yang dapat merusak fisik kita, menganggu kesehatan lahiriah maupun batiniah. Bukankah hidup ini hanya sementara, dan kita bertanggung jawab pada kehidupan ini. Ketika kita menyembuhkan diri kita itu berarti kita sedang mengupayakan kebahagiaan. Hanya orang yang bahagia yang dapat membahagiakan orang lain. Mungkinkah hipnoterapi memberikan kebahagiaan itu? Insyaallah, jawabannya ada pada diri kita sendiri ketika kita dengan ikhlas dan sabar melakukannya.

Little Brother

Little Brother

Ayi Hidayat Ardisastra - Terapis Khusus Metode Little Brother


Apakah Anda ingat film yang berjudul Iron Man 1 dan 2, yang dibintangi oleh Jim Rhodey Rhodes serta film yang dibintangi oleh Keanu Reeves, yaitu film Johnny Mnemonic. Cerita di dalam kedua film tersebut menggambarkan seseorang yang menggunakan komputer canggih berupa Hologram untuk mengoperasikan program-program di komputer dan seakan-akan masuk ke dalamnya dengan menggunakan alat readbud - get paid to read and rate articlesyang dipasang pada kepalanya dengan layar komputer pada kacamatanya (Red. Kostum tukang las…). Nah, cara kerja dari kedua film tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata sehari-hari, bahkan bisa lebih canggih, karena tanpa komputer atau kostum seperti halnya tukang las, akan tetapi cukup dengan metode Little Brother.


Pasti Anda merasa heran, apakah Little Brother itu?…Maaf, yang anda maksudkan Little Brother di sini bukan grup band hip hop dari North Carolina Amerika Serikat, akan tetapi suatu metode dalam Hypnotherapy yang saya kembangkan dan praktekkan untuk menterapi beberapa klien yang sakit karena klinis atau medis bahkan Metafisika atau Supranatural. Pada awalnya, metode ini tidak bernama dan saya hanya memberi nama Clinical Hypnotherapy, atas saran seorang pakar Hypnotherapy dari HTII (Hypnosis Training Institute of Indonesia), yaitu Mardigu Wowiek Prasantyo memberikan nama metode ini dengan sebutan “Little Brother”.


Metode ini sebenarnya cukup sederhana, dan dapat dikatakan ilmiah, karena pada dasarnya metode ini memanfaatkan pikiran bawah sadar manusia, sehingga mencapai tingkat Superconscious Mind. Seperti halnya yang disampaikan oleh seorang pakar Hypnotherapy dari HTII juga yang bernama Kirdi Putra, mengatakan bahwa metode ini memang bersifat terhubungan atau berhubungan antara pikiran bawah sadar yang satu dengan yang lainnya, dalam hal ini disebut sebagai Superconscious Mind. Superconscious Mind adalah suatu media atau dimensi di mana pikiran bawah sadar manusia dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya.


Metode Little Brother dalam Hypnotherapy bisa dikatakan metode yang masih sangat baru. Dengan metode ini penyakit-penyakit yang ada dalam tubuh seseorang dapat dideteksi, serta memberikan perubahan lebih baik. Perubahan itu biasanya dapat dirasakan dalam waktu singkat seperti halnya obat. Selain itu, metode Little Brother juga mampu mendeteksi benda-benda yang tidak terdeteksi oleh alat kedokteran yang canggih sekalipun, seperti halnya benda-benda yang bersifat Metafisika.


Secara logika atau nalar manusia, metode Little Brother ini memang sulit dipercaya akan tetapi metode ini mampu dibuktikan secara ilmiah, karena hasil pendeteksian dengan metode Little Brother dalam bidang klinis atau medis dapat sesuai dengan hasil diagnosa dokter. Bahkan lebih daripada itu, metode Little Brother mampu mendeteksi bagian-bagian yang sangat sulit dijangkau oleh alat kedokteran.


Untuk memaksimalkan hasil terapi dengan menggunakan metode Little Brother , maka dalam prakteknya harus dilakukan oleh dua orang yang saling bekerjasama dan memiliki peran yang sama penting. Kedua orang tersebut memiliki peran dan tugas yang berbeda satu sama lain. Orang pertama dapat disebut sebagai pengarah atau Therapist, sementara itu orang kedua disebut sebagai Medium.


Berdasarkan pengalaman saya, ada ketentuan-ketentuan yang harus dipahami dan dilakukan oleh kedua orang tersebut yang tujuannya untuk melindungi kedua orang tersebut dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti halnya terkena induksi dari si penderita yang dapat berakibat tidak baik terhadap kedua orang tersebut. Selain itu, seorang Therapist juga harus mampu mengendalikan situasi, apabila terjadi sesuatu terhadap Medium.


Apakah kriteria seorang Therapist untuk metode Little Brother? Therapist metode Little Brother adalah seorang yang memiliki kemampuan dalam meng-hypnosis dan mengerti tentang Hypnotherapy, selain itu memiliki kemampuan bervisualisasi seperti halnya Medium dan mampu mengarahkan seorang Medium secara baik dan benar. Selain itu, Therapist harus memiliki kemampuan mendekati kemampuan seorang mediuam, karena pada kondisi tertentu Pengarah atau Penuntun harus mampu bertukar peran dengan Medium pada saat Terapi berjalan, hal ini disebabkan karena pada saat-saat tertentu Medium seringkali mengalami kesulitan.


Lalu siapakah Medium itu?, seorang Medium adalah seseorang dengan kemampuan tertentu yang dipilih untuk dijadikan sebagai perantara untuk melakukan Terapi dengan metode Little Brother. Medium bisa si penderita langsung, atau orang lain yang sudah menjalani serangkaian test oleh terapis. Kriteria menjadi seorang Medium adalah memiliki kemampuan bervisualisasi, berkonsentrasi penuh, tingkat kedalaman ketika dihypnosis dan pengetahuan dalam bidang anatomi atau kesehatan manusia (meskipun tidak mutlak). Akan tetapi, seseorang yang auditoripun mampu jadi medium yang baik, apabila tingkat kedalaman (trance) dalam hypnosis-nya tinggi, bahkan bisa lebih baik. Jadi, setiap orang mampu menjadi Medium, akan tetapi tingkat kemampuan setiap orang berbeda-beda, sehingga hasilnyapun akan berbeda.


Medium yang baik adalah Medium yang mampu merasakan aroma, mampu melihat secara detail, mampu mengetahui kondisi si penderita. Kelebihan dari metode Little Brother ini adalah dapat dilakukan secara jarak jauh, dan dapat dilakukan tanpa berhubungan langsung dengan si penderita, yaitu tanpa harus melibatkan si penderita, jadi cukup antara Therapist dan Medium saja.


Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan visualisasi akan tetapi kemampuan visualisasi setiap orang berbeda-beda, hal ini karena setiap orang memiliki tingkat kedalaman dalam rileksasi dan kemampuan dalam menginterpretasikan secara nyata dari hasil visualisasinya berbeda-beda pula, misalnya beberapa Medium memiliki kemampuan melihat hasil dari visualisasinya secara nyata, jelas dan terperinci, dan adapula Medium yang kemampuan melihat hasil visualisasinya kurang jelas dan terperinci, atau sebaliknya. Bahkan beberapa Medium dalam melihat hasil visualisasinya meng-identikkan dengan objek-objek lain, meskipun memiliki tingkat kedalaman rileksasinya sangat tinggi. Maka dalam hal ini, peran Therapist sangatlah penting untuk mengarahkan dan memahami apa yang terjadi sebenarnya.


Jadi kemampuan seorang Medium bukan hanya kedalaman ketika dihipnosis akan tetapi bagaimana bervisualisasi dan menginterpretasikan visualisasinya itu serta tingkat konsentrasi atau fokus dari Medium itu. Seperti halnya kutipan Mark Twain yang mengatakan bahwa “You can’t depend on your eyes, if your imagination is out of focus“, artinya anda tidak dapat bergantung pada kedua mata anda, bila imajinasi anda tidak fokus.


Berkomunikasi Dengan Alam Semesta


Berkomunikasi Dengan Alam Semesta



Impian, keinginan dan harapan. Adalah sesuatu yang sangat diinginkan, bahkan diidam-idamkan oleh setiap orang. Apapun itu bentuknya dan apapun itu rupanya. Karena pada dasarnya, setiap manusia pastilah mempunyai keinginan dalam hidupnya. Apakah itu memperoleh kesuksesan, kebahagiaan bahkan hal-hal yang positif atau yang baik. Dan untuk memperoleh atau menggapainya berbagai cara serta usaha ditempuh oleh manusia. Mulai dari yang normal, hingga yang tidak normal. Hingga dari cara halal, sampai cara haram.

Keinginan atau harapan bisa saja membutakan penglihatan manusia. Maksudnya, saking bersemangatnya dan terobsesinya, hingga melupakan kegiatan yang wajib dijalani. Tapi menurut saya, itu tidak jadi masalah. Semakin bersemangat dan yakin bisa memperoleh apa yang diinginkan, maka peluang mendapatkannya semakin besar.

Secara mendasar, keinginan manusia itu terbagi menjadi dua, yakni keinginan secara sadar dan keinginan secara tak sadar. Keinginan secara sadar sendiri merupakan keinginan yang memang diucapkan secara jelas dan diucapkan dalam keadaan sadar. Sedangkan keinginan secara tidak sadar adalah, merupakan keinginan yang hanya diucapkan dalam hati. Atau istilahnya adalah self talk .

Setelah keinginan dan harapan diucapkan, pertanyaan berikutnya adalah, apakah keinginan tersebut bisa segera diwujudkan? Disinilah banyak orang yang belum mengerti, tidak tahu, bahkan ragu bagaimana proses hal itu bisa segera terwujud. Jika dari awal saja sudah timbul persepsi negatif, maka seterusnya terus seperti itu. Dalam arti kata, jika dari awal saja sudah ragu dan tidak yakin, maka sepanjang waktu proses perwujudan keinginan jadi terhambat atau gagal sama sekali karena adanya ketidakyakinan atau keraguan. Karena dengan keraguan, sudah pasti kita akan malas dan tidak mau menjalani proses atau usaha untuk meraih impian tersebut.

Lalu bagaimana proses masuknya keinginan atau harapan kedalam pikiran hingga pada akhirnya timbul perwujudan. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pikiran manusia itu terbagi menjadi dua, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Agar keinginan itu bisa tertanam sangat dalam di pikiran kita, maka keinginan atau harapan, yang sekarang saya sebut sebagai sugesti atau afirmasi harus masuk hingga pikiran bawah sadar. Jika masih tertanam dipikiran sadar apa yang terjadi? Akan timbul keraguan, penolakan. Karena sifat dari pikiran sadar itu adalah selalu membuat alasan yang sangat masuk akal.

Maka dari itu, self talk atau berbicara dalam hati adalah cara yang paling tepat agar sugesti atau afirmasi bisa masuk sampai ke pikiran bawah sadar. Setelah sugesti masuk kedalam pikiran bawah sadar, berilah rasa terhadap sugesti itu. Caranya adalah dengan melakukan visualisasi, berkhayal atau membayangkan bahwa apa yang kita inginkan itu menjadi kenyataan. Dari sinilah Hukum Ketertarikan (Law of Attraction ) berbicara. Dengan apa yang dipikirkan dengan segenap perhatian, energi dan konsentrasi pikiran baik positif atau negatif, maka hal itu akan datang dalam kehidupan kita. Jadi, jika sugesti kita disertai dengan rasa dan kefokusan tinggi, maka terpancarlah getaran-getaran yang mampu menarik hal-hal yang kita inginkan atau harapkan.

Getaran kepada siapa? Secara tidak sadar, dengan mengucapkan keinginan atau harapan didalam hati dan tertanama dipikiran bawah sadar, secara tidak sadar Anda sudah berkomunikasi dengan alam semesta. Ralph Waldo Emerson mengatakan bahwa "Once you make a decision, the universe conspires to make it happen ." yang artinya “Sekali Anda membuat suatu keputusan, alam bekerja untuk mewujudkannya”. Itulah yang menjelaskan, kenapa ada yang mengatakan, berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan atau inginkan. Maka akan menjadi kenyataan.

Dan ini pula yang membantah dengan apa yang disebut sebagai hal-hal yang bersifat “kebetulan”. Jika memang dikatakan kebetulan, kenapa seringkali terjadi. Karena secara tidak sadar dan tidak diketahui, Anda telah berkomunikasi dengan alam semesta dan alam semesta yang mewujudkannya. Tapi alam semesta tidak bekerja sendiri. Diatasnya, ada Sang Penguasa Alam Semesta, yakni Tuhan Yang Maha Esa. Dia lah yang mewujudkan semua keinginan-keinginan yang dibuat manusia. Tuhan pun pasti melihat, jika seseorang menginginkan suatu hal dengan bersemangat, yakin, tulus dan ikhlas, maka keinginannya pun terkabul segera. Jika dari setelah meminta keinginan timbul rasa ragu, Tuhan pasti berpikir pasti orang ini tidak sungguh-sungguh dalam meminta keinginan tersebut. Akhirnya, Tuhan pun menundanya atau bisa saja tidak mengabulkan sama sekali.

Terkait Hal itu, pakar psikologi, khususnya psikoanalisis, Sigmund Freud, mengatakan tentang “Penampakan Tuhan dalam Endapan Ketidaksadaran Kolektif”. Kaitannya adalah, jika dalam pikiran bawah sadar kita sudah tertanam nilai atau konsep tentang Ketuhanan, apapun yang dinginkan pasti terwujud karena yakin bahwa Tuhan, sebagai Sang Raja Manusia mengabulkan setiap permintaan. Kalau bingung, bayangkan atau imajinasikan kehadiran Tuhan secara nyata dalam pikiran bawah sadar kita yang membawa cahaya putih bersinar cerah, menyinari pikiran bawah sadar, yang dampaknya adalah memberikan keyakinan kepada kita untuk mampu mewujudkan setiap keinginan atau harapan.

Haris Prasetyo, S.Ikom, CHt

(terinspirasi dari tulisan kang Ayi Hidayat Ardisastra yang berjudul Superconscious Mind Dalam Hypnotherapy)

Superconscious Mind Dalam Hypnotherapy

Superconscious Mind Dalam Hypnotherapy

13 Februari 2010

By: Ayi Hidayat Ardisastra, Cht



Ralp Waldo Emerson mengatakan bahwa "Once you make a decision, the universe conspires to make it happen." yang artinya “Sekali Anda membuat suatu keputusan, alam bekerja untuk mewujudkannya”. Apabila kita kaji lebih dalam lagi arti dari keputusan itu, maka dapat saya diartikan sebagai “Keinginan atau Impian”.


Saya ingat beberapa tahun lalu, ketika saya menonton film “The X-Man” di salah satu bioskop di Jakarta dan saya berhayal ingin menjadi seseorang yang memiliki kekuatan seperti dalam film tersebut, salah satunya adalah The Professor X, yang memiliki kekuatan pikiran yang sangat dahsyat, yaitu bisa menemukan orang-orang mutant di manapun mereka berada dan menggerakkan benda-benda di sekitarnya hanya dengan menggunakan pikirannya. Kemudian saya juga ingat ketika saya menonton film “The Matrix”, disitu manusia bisa masuk ke dimensi lain. Ada lagi film-film yang menjadi inspirasi saya, yaitu film-film yang dapat melewati ruang waktu baik di masa lalu maupun masa depan, kemudian bagaimana kecanggihan alat-alat modern dengan system “Hologram” mampu melihat sesuatu di tempat lain seperti peta yang Touch screen.


Pertanyaannya adalah, apakah itu semua hanya impian kosong? Apakah semua itu bisa terwujud? Saya bertahun-tahun berhayal seperti layaknya anak kecil, dan ternyata di usia saya 40 tahun, Jawaban itu baru saya dapatkan, bahwa semua itu bisa diwujudkan. Saya telah mengalami beberapa hal yang benar-benar membuat saya berfikir bahwa, hampir semua hayalan saya dapat diwujudkan dengan metode yang telah saya pelajari selama ini, memang masih berbeda dengan yang terdapat di film-film tersebut. Metode yang saya alami adalah masih bersifat visualisasi, akan tetapi visualisasi tersebut benar-benar telah mewujudkan semua impian-impian saya itu.


Lalu metode apa untuk mewujudkan semua impian itu? Sesuai dengan yang saya alami, metode Hypnotherapy adalah salah satu perangkat yang dapat mewujudkan semua impian saya dan alam telah membantu saya untuk mewujudkannya. Dengan kekuatan pikiran, yang dibantu dengan metode Hypnotherapy saya mampu memasuki dimensi lain seperti halnya dalam film “The Matrix” dan sifatnya seperti “Hologram”. Untuk mencapai ke tingkat seperti dalam film “The Matrix”, saya harus membuat diri saya atau medium ke tingkat “Superconscious Mind”. Lalu apakah Superconscious Mind itu?


Napoleon Hill menyebutnya sebagai “Infinite Intelligence” artinya kecerdasaran tak terhingga, sementara para ilmuwan menyebutnya ”Universal Mind” artinya Pikiran Semesta, jadi Superconscious Mind itu memiliki kekuatan untuk menghubungkan satu pikiran dengan pikiran yang lainnya atau dengan alam, dan hal ini juga dapat membantu Anda dalam membuat suatu keputusan serta menjawab apa yang Anda inginkan.


Dengan menggunakan kekuatan Superconscious Mind, mengingatkan saya ketika saya melakukan terapi kepada salah satu client saya yang sakit Tumor di dalam Rahimnya. Ketika itu dokter belum memberikan diagnose tentang penyakitnya. Akan tetapi dengan memanfaatkan Superconscious Mind, saya dapat mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh client tersebut, dan hasil dari dari terapi tersebut ternyata terdapat Tumor di dinding rahim dalam dan luarnya serta di Ovariumnya. Pada tanggal 9 Februari 2010, dokter memberitahukan hasil USG-nya dan hasilnya persis seperti yang saya ketahui dengan menggunakan metode Hypnotherapy. Pada hari yang sama client tersebut di USG lagi untuk melihat kondisi Tumornya dan pada pada tanggal 11 Februari 2010, dokter memberikan informasi bahwa tumornya hanya tersisa di ovarium dan harus di operasi.


Pengalaman saya yang lain dengan memanfaatkan kekuatan Superconscious Mind adalah ketika saya melakukan terapi pada client yang memiliki penyakit radang otak, yang menyebabkan banyak anggota tubuhnya menjadi tidak berfungsi. Dengan Superconscious Mind, saya dapat mengetahui bahwa adanya cairan yang keluar dari dalam otaknya dan hal ini dibenarkan oleh client yang berdasarkan diagnose dokter. Bahkan dengan Superconscious Mind tersebut saya dapat mengetahui adanya virus di dalam tubuh client. Itulah kekuatan pikiran manusia yang sangat dahsyat dan dengan kekuatan pikiran, Anda dapat melakukan apapun yang Anda inginkan termasuk menyembuhkan penyakit Anda sendiri.


Dalam memanfaatkan Superconscioous Mind setiap orang memiliki paradigman yang berbeda-beda, sehingga visualisasi yang dihasilkan oleh setiap orangpun akan berbeda, hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki daya hayal yang berbeda-beda pula, misalnya apabila Anda seorang yang suka memvisualisasikan sesuatu dan mengidentikkannya dengan benda lain atau apapun, maka yang akan anda lihat bukan yang sebenarnya akan tetapi benda yang Anda diidentikkan tersebut, sedangkan apabila Anda memvisualisasikan sesuatu sesuai dengan kenyataannya, maka yang akan Anda lihat adalah yang sebenarnya.


Tidak ada yang salah dalam perbedaan memvisualisasikan sesuatu, karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, akan tetapi yang terpenting adalah hasil ahir dari apa yang divisualisasikan tersebut. Seperti pernyataannya Brian Tracy yang mengatakan bahwa “How is it called is not important. What’s important is what it can do for you” artinya Tidak penting bagaimana mengartikannya, yang terpenting adalah apa yang dia lakukan untuk Anda”


Nah bagi Anda yang suka bervisualisasikan, manfaatkanlah kemampuan Anda tersebut, karena hal ini akan berharga bagi hidup Anda dan alam semesta akan membantu Anda untuk mewujudkannya. Tuhan telah menyediakan semua kebutuhan manusia di alam semesta ini, tinggal bagaimana Anda memanfaatkannya dan bagaimana Anda menggapainya.


Good luck!!!

Ayi Hidayat Ardisastra, CHt

Anchor, si tombol emosi.

Setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang buruk atau memalukan, yang peristiwa itu akan teringat kembali disetiap kesempatan tanpa dikehendaki. Biasanya, peristiwa itu bisa kembali muncul karena ada pemicu nya. Contoh saja, ketika seseorang mendengarkan sebuah lagu, pasti dia akan teringat akan kejadian dimasa lalu yang buruk atau apapun yang negatif.

Pertanyaannya, kenapa bisa? kalau mau ditelusuri, pasti orang itu setelah mengalami peristiwa itu, entah secara sadar atau tidak mendengarkan sebuah lagu. waktu pun berlalu, dia pun tidak mendengarkan lagu itu kembali. Tapi, disuatu saat, tanpa sengaja dia kembali mendengarkan lagu itu, peristiwa yang pernah dialami secara otomatis muncul secara cepat dan tanpa ia minta.

Contoh lain, ini terjadi dengan teman saya. Ketika dia menyebut kata MP (Multiply, sebuah situs blog semacam blogspot atau wordpress), tiba-tiba ia pun teringat akan mantan pacarnya yang pernah menulis di situs itu.

Mungkin Anda pernah mengalami masalah seperti itu, dengan kondisi serta permasalahan berbeda. Tapi, persamaannya adalah, ada pemicu yang memunculkan kembali peristiwa tersebut di pikiran. Apakah ada penjelasan tentang hal itu? Jawabannya ada.

Begini, pikiran manusia itu dibagi dua, pikiran sadar (conscious mind ) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind ). Pikiran sadar itu sendiri bersifat analitis, kritis, logika dan detail. Sedangkan pikiran bawah sadar sendiri berfungsi menyimpan hal-hal yang bersifat kebiasaan (baik atau buruk), emosi, memori jangka panjang, kreativitas, kepribadian, persepi, belief serta value. Dan diantara pikiran sadar dan bawah sadar, dibatasi oleh semacam gerbang yang dinamakan Raticular Activating System (RAS). Dalam kesehariannya, 88% (ada juga yang 90&), tindakan manusia itu dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar dan sisanya oleh pikiran sadar.

Setelah mengetahui tentang pikiran manusia, penjelasan berikutnya mengapa kejadian yang sudah saya contohkan bisa terjadi. Ketika manusia mencapai usia dewasa, gerbang RAS nya mulai tertutup sempurna dan tidak dapat diperkiran kapan bisa terbuka. Karena, jika sudah terbuka, maka segala informasi apapun akan masuk dengan mudah. Apakah itu informasi yang positif atau negatif. Karena, pikiran bawah sadar itu tidak mengenal benar atau salah.

Nah, dalam kondisi yang saya contohkan sebelumnya, yang terjadi adalah munculnya perasaan emosional akibat dari peristiwa yang dialami. Salah satu kondisi yang bisa membuka gerbang RAS adalah kondisi emosional. Ketika RAS, terbuka, maka informasi yang diterima dengan mudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Dan ketika RAS terbuka kembali, maka informasi yang disimpan, bisa muncul kembali dipikiran.

Jika dirunut, kenapa bisa muncul, pasti ada sebab atau pemicu. Dalam dunia hipnoterapi dikenal adanya anchoring. Dalam kamus bahasa Inggris, anchoring adalah jangkar, alat yang digunakan kapal kedasar laut yang tidak dalam supaya kapal tidak berpindah tempat.

Sedangkan dalam dunia terapi, seperti ditulis dalam buku "Hypnotherapy, the art of subconscious restructuring" karya Adi W Gunawan, Anchor lebih mudah dimengerti apabila kita menyederhanakanya sebagai konstruk stimulus-respon, yaitu bahwa suatu stimulus yang spesifik memicu sekumpulan respon internal dan atau tindakan. Jadi, anchor berfungsi sebagai "penambat" pikiran pada suatu respon. Setiap kali "terkena" anchor, respon kita akan selalu sama.


Dari kutipan itu, ditambah dengan arti anchor yang sebenarnya, bahwa 'jangkar' itu tertanam di pikiran bawah sadar. Istilah saya, jika jangkar itu ditancapkan, maka memori atau ingatan akan suatu hal yang diminta atau tidak diminta akan muncul kembali.

Yang tidak diminta, contohnya seperti yang saya sebutan di awal. Lalu apakah bisa anchor yang muncul ketika diminta. Jawabannya bisa. Seperti yang tadi siang saya lakukan ketika menghadiri pelatihan hypnosis fundamental oleh HTII (Hypnosis Tranining Institute of Indonesia). Saya diminta untuk memberikan anchor kepada dua orang peserta pelatihan dengan masalah yang berbeda. Pertama, kepada seorang peramal yang minta agar lebih percaya diri ketika bertemu klien serta menimbulkan rasa senang klien kepada si peramal. Kedua, seorang petugas keamanan yang meminta agar bisa meredam emosi yang suka meledak-ledak.

Akhirnya saya pun menanamkan anchor kepada kedua orang itu. Sebelum menanamkan anchor, saya terlebih dahulu membuat mereka fokus dan rileks agar pikiran bawah sadarnya terbuka. Atau dalam istilah di hipnosis adalah trance. Setelah dirasa sudah cukup dalam serta rileks, penanaman anchor pun dilakukan dengan menggunakan sugesti verbal serta imajinasi. Untuk yang peramal, saya meminta agar membayangkan peristiwa atau kejadian yang membuat dia merasa percaya diri dan yakin melakukan sesuatu. Anchornya pun saya tanam dengan mengepalkan tangan kanannya.

Untuk orang yang kedua, saya minta membayangkan peristiwa atau kejadian dimana ia merasa senang, bahagia atau ceria. Dan anchornya saya tanamkan di bahu kirinya. Jadi, setiap dia memegang bahu kirinya maka memori itu akan secara cepat dan otomatis akan muncul dipikirannya.

Terminasi, atau proses pengembalian dari kondisi trance ke kondisi biasa, saya tanya apa yang dirasakan dan meminta mengakses anchor yang saya tanam. Hasilnya mereka cukup senang dan puas, bahkan si petugas keamanan tersebut ketika memegang bahu kirinya, dia langsung tersenyum dengan ceria. Dan, untuk peramal, ketika mengepalkan tangannya, dengan percaya diri dia mengatakan, "mau diramal pak?".

Terakhir, ketika melakukan proses anchoring, terutama ketika diminta oleh seseorang, tanamlah dengan memori atau kejadian yang positif atau menyenangkan. Mungkin tidak bisa kita bisa bayangkan ketika kita menanamnya dengan hal negatif. Dan untuk yang mengalami anchoring dengan tidak sengaja, setidaknya lebih mengetahui prosesnya sehingga tidak timbul pertanyaan dikemudian hari.

Semoga bermanfaat

Haris Prasetyo, S.Ikom, CH, CHt