Info Narapatih Center
Mulai Januari 2014, Narapatih Mind Mental Clinic membuka Jasa layanan konsultasi dan terapi Hypnoterapi di wilayah Situbondo dan sekitarnya. Info dan pendaftaran hubungi 08561076322 (Emma). Jasa konsultasi dan terapi hypnoterapi berdasarkan perjanjian.
Berdiri pada tahun 2004, sebuah lembaga pelatihan dengan spesialisasi training untuk pengembangan soft skill berupa aplikasi Hypnosis. Salah satu aplikasi psychology & hypnosis yang mampu mengubah seseorang dengan cukup cepat adalah metode Mind & Heart Programming. Metode ini berbeda dengan metode pengajaran hard skill yang banyak dikembangkan di Indonesia.
Terapi Hati 12 Jam G4G Tahun 2013 - 26 Oktober

Coba Bayangkan .......
APABILA kita MAMPU mengerti karakter & potensi diri kita…
APABILA kita MAMPU membangun kepemimpinan dari dalam diridalam waktu singkat...
APABILA kita MAMPU membangun motivasi dan kebahagiaan secara cepat...
APABILA kita MAMPU melepaskan berbagai beban emosi masa lalu secara tuntas..
TIDAK MASUK AKAL??
TENTU TIDAK… kalau anda melewatkan program GIVE & FORGIVE ini..
Dengan sebuah metode terapan NEO-PSYCHOLOGY, sesuai dengan standar internasional (USA & UK), dengan metode yang telah diaplikasikan di berbagai bidang (secara INTERNASIONAL selama lebih dari 15 tahun terakhir), mulai dari bisnis, olah raga, dan dalam dunia pendidikan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang handal.
Kalo dalam sebuah masalah anda mungkin terpikir pada satu kata “Jalan Hidup” Apakah ini jalan hidup itu selalu kepastian yang tidak bisa dikendalikan atau bisa kita kendalikan?
Misalnya seseorang, ia memiliki tabiat yang mudah marah, tidak fokus, malas.. apakah ini nasibnya begini atau pilihan hidupnya begini. Maka kalau seadainya ada sebuah batas pembeda antara seorang “pemenang” dan seorang “pecundang” maka orang tersebut sepertinya masuk kategori pecundang, benar khan?
Lalu bagaimana merubah tabiat tersebut? bisakah, bolehkah?
TENTU TIDAK… kalau anda melewatkan program GIVE & FORGIVE ini..
Dengan sebuah metode terapan NEO-PSYCHOLOGY, sesuai dengan standar internasional (USA & UK), dengan metode yang telah diaplikasikan di berbagai bidang (secara INTERNASIONAL selama lebih dari 15 tahun terakhir), mulai dari bisnis, olah raga, dan dalam dunia pendidikan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang handal.
Kalo dalam sebuah masalah anda mungkin terpikir pada satu kata “Jalan Hidup” Apakah ini jalan hidup itu selalu kepastian yang tidak bisa dikendalikan atau bisa kita kendalikan?
Misalnya seseorang, ia memiliki tabiat yang mudah marah, tidak fokus, malas.. apakah ini nasibnya begini atau pilihan hidupnya begini. Maka kalau seadainya ada sebuah batas pembeda antara seorang “pemenang” dan seorang “pecundang” maka orang tersebut sepertinya masuk kategori pecundang, benar khan?
Lalu bagaimana merubah tabiat tersebut? bisakah, bolehkah?
Lalu seorang lain lagi misalnya, sedang patah hati, atau mereka memiliki luka hati apapun bentuknya, ditinggal orang yang di cintai, dikhianati, gundah gelisah . kalau diceritakan keorang lain, mereka tidak bisa apa-apa kecuali memberi nasehat yang sering malah membuat kesel yang terluka hatinya..seperti perkataan,” ambil aja hikmahnya”.. “nanti juga ada balasan setimpal”, “sabar ya”..dll, namun menurut saya, kata-kata itu malah membuat yang menerima malah jatuh.
Lalu bagaimana menyembuhkan luka tersebut sehingga tidak menganga lebar? Haruskah terus terluka atau bisa tidak terasa? Kalau luka di kulit, kita bisa plester, kalau luka di hati?
YANG DIPEROLEH?
Hundreds of Deep & Personal Questions
Fully Individual Assessment Report
12 Intensive Hours of Mind & Feeling Reprogramming
Bagi anda yang ingin tetap mempertahankan hubungan
bagi mereka yang sedang mengalami masalah
bagi mereka yang ingin melupakan masa lalu
bagi mereka yang ingin di obati hatinya....
Investasi
Rp. 2.350.000
Lalu bagaimana menyembuhkan luka tersebut sehingga tidak menganga lebar? Haruskah terus terluka atau bisa tidak terasa? Kalau luka di kulit, kita bisa plester, kalau luka di hati?
YANG DIPEROLEH?
Hundreds of Deep & Personal Questions
Fully Individual Assessment Report

12 Intensive Hours of Mind & Feeling Reprogramming
Bagi anda yang ingin tetap mempertahankan hubungan
bagi mereka yang sedang mengalami masalah
bagi mereka yang ingin melupakan masa lalu
bagi mereka yang ingin di obati hatinya....
Investasi
Rp. 2.350.000
Early Bird Rp.1,800.000 (sblm, tgl 23 Oktober)
Alumni HTII Rp 1,000,000
Fasilitas: Coffee Break, Lunch
Alumni HTII Rp 1,000,000
Fasilitas: Coffee Break, Lunch
Pelaksanaan:
Sabtu 26 Oktober 2013
Jam 08.00-19.00
Tempat:
Hotel Ibis Slipi - Jakarta Barat
TRAINER
TIM HTII - NARAPATIH
AGENDA ACARA
Give & Forgive Training & mass therapy, selama hampir 12 Jam (non stop), program deep impact, membersihkan berbagai sampah emosi dalam diri (beban masa lalu, trauma & phobia dalam hidup, dendam & iri hati, dll), dan menanamkan nilai-nilai positif spiritual (memaafkan, ikhlas, menerima, dll). Termasuk juga assessment diri untuk mengenali karakter, tipologi komunikasi, dan potensi terpendam yang sebenarnya kita miliki.
Give & Forgive Training & mass therapy, selama hampir 12 Jam (non stop), program deep impact, membersihkan berbagai sampah emosi dalam diri (beban masa lalu, trauma & phobia dalam hidup, dendam & iri hati, dll), dan menanamkan nilai-nilai positif spiritual (memaafkan, ikhlas, menerima, dll). Termasuk juga assessment diri untuk mengenali karakter, tipologi komunikasi, dan potensi terpendam yang sebenarnya kita miliki.
Pendaftaran
Emma 08561076322
Hypnodontia - Hypnosis unk Dokter Gigi
Hypnodontia – Aplikasi Hypnosis dlm bidang kedokteran gigi
Untuk memberi kenyamanan, mengatasi rasa takut nda sakit dlm perawatan gigi
Untuk memberi kenyamanan, mengatasi rasa takut nda sakit dlm perawatan gigi
Pelaksanaan:
Minggu, 22 Juli 2013
Jam 09.30 – 16.00 Wib (Registrasi
15 menit sblm acara)
Venue:
Jakarta Design
Center
Lantai 6 Ruang Orchid 1
Jl. Gatot Subroto – Slipi
Jakarta Pusat
Investasi:
Rp. 1.500.000
Deskripsi:
Pergi ke dokter gigi seringkali
menjadi momok yang menakutkan. Tak hanya pada anak-anak, orang dewasa pun
kadang malas ke dokter gigi lantaran takut merasakan sakit. Padahal, anggapan
bahwa perawatan gigi adalah suatu yang menakutkan itulah yang sebenarnya harus
dihindari.
Ada berbagai metode di dunia
kedokteran gigi hingga perawatan masalah gigi bisa lebih menyenangkan untuk
pasien. Misalnya saja dengan teknik hipnosis, yaitu cara untuk berkomunikasi
dengan pikiran bawah sadar kita (unconcious mind).
Penggabungan hipnosis dengan ilmu
kedokteran gigi kemudian disebut hypnodontia. Melalui metode ini, pasien
mengalami proses hipnotis waking up, yaitu hipnotis tanpa menidurkan pasien,
jadi pasien tetap dalam kondisi sadar.
Ikhtisar:
Salah satu terapan Hypnotherapy
dibidang k dokteran, khususnya kedokteran gigi.
Dengan hypnodontia, pasien tidak perlu diberi obat penahan rasa
sakit, melainkan cukup diberi kata-kata untuk mengalihkan perasaannya sakitnya.
Hipnosis dilakukan melalui berbagai tahapan. Pertama, membangun kepercayaan
terhadap pasien, lalu membuat si pasien fokus. Hal ini bisa dilakukan dengan
cara linguistik yaitu lewat penyampaian kata-kata yang ramah atau lewat cara formil.
Tujuan Pelatihan:
- Peserta tahu dan bias mempraktekkan teknik hypnodentia yang bermanfaat untuk proses relaksasi pasien dan mengeliminasi ketegangan pasien saat akan diperiksa.
- Peserta pelatihan dapat menemukan keberhasilan metode ini dimana keberhasilan metode ini bukan hanya dari terapis/dokter gigi nya tetapi tergantung pasiennya, karena tingkat sugesti orang yang berbeda-beda.
Materi Hypnodontia: Mengatasi
rasa takut dan sakit karena perawatan gigi.
- Hypnodontia
- Tujuan Hypnodontia, persiapan dokter gigi untuk melakukan hypnodontia, persiapan pasien, teknikhypnodontia, fundamental hypnodontia, dan hypnotherapy terapan, script hypnodontia
- Latihan dan simulasi
Metode Pelatihan:
Pelatihan ini menggunakan metode
interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh
aplikasinya, berlatih, diskusi dan hasil yang dicapai.
Siapa saja yang harus hadir:
Pelatihan ini sangat penting bagi
dokter gigi.
Trainer:
Drg. Irvianty
Yura – Alumni FKG UI, HTII-Narapatih Center
Untuk Pendaftaran dan informasi
lengkap silahkan hubungi:
Emma – 08561076322
BAD MOOD .... Lakukan ini
Pejamkan mata, pikirkan orang-orang yang anda cintai. Visualkan
dalan benak anda wajah mereka, senyum mereka, ingatkan pada diri sendiri
betapa orang-orang ini paling mencintai anda.
Manjakan indra penciuman dengan aroma yang mengingatkan anda pada hal-hal membahagiakan, feel good. Wangi sitrus, cinnamon, vanilla secara natural membuat mood anda positif.
Cari cara untuk tertawa: film "bodoh", komik Benny n Mice, main dengan binatang kesayangan, being silly with friends.
Hibur pendengaran dengan musik yang membuat hati senang, lebih kuat dan merasa dicintai.
Diri kita adalah pengkritik terhebat untuk diri sendiri. kalau bad mood datang berhenti mengjritik, berlembuthatilah dengan diri sendiri
Manjakan indra penciuman dengan aroma yang mengingatkan anda pada hal-hal membahagiakan, feel good. Wangi sitrus, cinnamon, vanilla secara natural membuat mood anda positif.
Cari cara untuk tertawa: film "bodoh", komik Benny n Mice, main dengan binatang kesayangan, being silly with friends.
Hibur pendengaran dengan musik yang membuat hati senang, lebih kuat dan merasa dicintai.
Diri kita adalah pengkritik terhebat untuk diri sendiri. kalau bad mood datang berhenti mengjritik, berlembuthatilah dengan diri sendiri
Soulmate Class 2013
Narapatih
Center mempersembahkan
Soulmate
Class 2013
Masih
Jomblo?
Ato
sudah punya tapi ga yakin menjadi pasangan hidup?
Ato
ga mau dijadikan pasangan hidup
Ato
masih bingung menentukan karakter pasangan ?
Ato
jangankan untuk pasangan hidup, cari pacar aja susah
Sering
ditolak orang yang kita suka
Ato
menolak tanpa sebab.
Mau
curhat malu, mau konsultasi bingung, mau terapi … apa yng salah yaa?
Ikuti
Soulmate Class 2013
- Membuka mental block diri yang menghambat aura dalam diri
- Mencari dan memanggil soulmate impian diri
- Mempermudah jalannya mencapai tujuan dalam menjalin hubungan/pacaran
Soulmate
Class 2013, Khusus
buat anda yang jomblo, belum memiliki pacar/pasangan
Hari/tanggal : Kamis 21Februari 2013
Jam : 08.30 – 14.00 Wib
Tempat : Orchid Room, lt 6 Ged JDC- Jakarta
Desain Center, Jl. Gatot Subroto Jakarta Pusat
Trainer : Anisah Wheatley,
psikolog, hypnotherapy, terapis, trainer, penulis:
- Hug Your Soul (rekoneksi diri linear dengan jiwa)
- Kajian Spiritualitas dan Cinta dalam Perkawinan (surat untuk suamiku tercinta)
- Hatiku Tertambat di Ambarawa
Fee : Rp 1,650,000 (Hanya 30 peserta)
Info & pendaftaran : Emma 08561076322
Artikel: CINTA
By Kirdi Putra
Mencintai apa yang telah terjadi, telah berlalu,
Mencintai apa yang akan terjadi, bisa terjadi,
dan yang terpenting adalah...
Mencintai apa yang kita peroleh, kita miliki, kita alami... saat ini
Saat ini...
Apa maksudnya?
Ya, banyak sekali orang yang mengatakan pada dirinya sendiri, bahwa
”kalau saya sudah punya uang lebih, saya pasti bahagia...”
”kalau karir saya sudah lebih baik, pasti saya lebih tenang daripada sekarang...”
dan masih banyak lagi kata-kata seperti itu
kenyataannya?
Adakah kepuasan diperoleh ketika mereka memperoleh lebih banyak uang?
Adakah kepuasan ketika karir menjadi lebih baik dari sebelumnya?
Karena kita memberi ”Syarat” pada kebahagiaan, ketenangan, dll. ”Syarat”? Ya, kita hanya bahagia, tenang, dll ketika kita sudah mengalami perbaikan dalam karir, keuangan, keluarga, dll, apakah itu bukan merupakan sebuah syarat? Dan coba tanyakan pada diri kita sendiri, ”syarat” yang kita tentukan itu tentu saja sulit sekali untuk tercapai, setiap kali kita mencapai titik yang kita tentukan, selalu timbul masalah lain yang baru (karena begitulah yang namanya kehidupan, selalu penuh dengan masalah dan solusinya, benar?).
Nah, ketika kita mencapai suatu titik yang kita inginkan dalam kehidupan (keuangan, karir, rumah tangga, hubungan, dll), dan baru kita melihat dan merasakan masalah di titik tersebut, maka akan muncul ”syarat” baru untuk pencapaian ketenganan, kebahagiaan,dll tersebut.
Lalu kapan kita bahagia?
Sebenarnya ada cara supaya kita bisa bahagia selalu, tenang selalu, yaitu dengan mencintai apa yang sedang dan telah kita lakukan.
Nah, banyak yang mengatakan ”iklaskan” berbagai hal di masa lalu maupun yang sedang menimpa diri kita saat ini.
Pertanyaan penting, mudahkah mengiklaskan sesuatu hal yang mengakibatkan sebuah kerugian, kegagalan, atau beban emosi pada diri kita?
Mudahkah mengiklaskan sesuatu ketika kita mengalami sebuah bekas yang tidak menyenangkan, melekat pada ingatan dan bahkan fisik kita seumur hidup?
Jawaban yang biasanya diberikan, TIDAK...
Salah satu cara untuk mengubah jawaban tersebut menjadi ”tidak mudah, tapi bisa, dan ada yang bisa kita pelajari dari situ” adalah:
Mengisi hari-hari dengan cinta,
Mencari apa yang bisa kita cintai dari pekerjaan yang kita lakukan, dengan melakukan hal yang sama, dengan cara yang ”agak” berbeda...
Mencari bentuk mencintai dari sisi yang lain, untuk pasangan kita yang sudah lama bersama kita, sehingga seringkali rutinitas kita anggap membuat rasa cinta kita perlahan-lahan memupus. Yang terjadi adalah, ketika kita terbiasa akan suatu hal, kita tidak lagi menganggap hal itu istimewa (walaupun sebetulnya tetap istimewa, biasanya kita rasakan begitu kita kehilangan). Coba lihat pasangan dengan cara yang berbeda, berkomunikasi dengan cara yang juga berbeda...
Mulai belajar mencintai apapun yang sedang kita lakukan, dan melakukan apa yang kita cintai, hari demi hari... Bagaimana? Temukan aspek2 baru yang bisa kita lihat, dari pekerjaan, hubungan dengan istri/suami, dengan anak, dengan teman, karir, dll. Ingat, pekerjaan kita akan tetap seperti itu, keluarga kita akan tetap seperti itu, dll apabila kita tetap menjalani semua itu dengan cara yang sama, dengan perasaan dan pola pikir yang sama.
“Love What You Do, Do What You Love”
Be Spontaneous, lakukan sesuatu dengan cara yang berbeda hari ini. Renungkan, dan temukan rasa cinta baru dalam hidup kita. (contoh: daripada hari ini naik lift ke kantor, coba tangga darurat, capek? Iya, tapi coba temukan inspirasi apa yang kita dapat. Tentang kesehatan, lingkungan, dll. Pasti dapat sesuatu? Anda yang menentukan).
Kirdi Putra, CHI, CHt.
Professional Personal Coa
(Professional Hypnotherapy, NLP, Spiritual Enhancement Program, etc)
Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTII)
Phone. 08561076322
http://htii.blogspot.com/
For things to change, I have to change
Anak VS Orang Tua, Siapa yang Salah?

Membentuk keluarga ideal, membangun jembatan komunikasi antara orang tua dan anak
Anda pasti tahu bahwa banyak sekali problematika yang terjadi di antara hubungan antara orang tua dan anak. Dari permasalahan seputar kemalasan sekolah, susah konsentrasi, sampai pada penggunaan obat-obatan terlarang. Anda tahu bahwa terkadang hanya diperlukan cara yang sederhana untuk mengatasi permasalahan ini?
Kita tahu bahwa permasalahan seputar orang tua dan anak terkadang membingungkan, siapa yang salah? Pertanyaan seperti inilah yang seringkali justru membuat masalahnya semakin besar dan sulit untuk dipecahkan. Mengapa? Karena terkadang kita justru terfokus pada siapa yang salah, dibandingkan mencoba untuk mencari apa yang perlu diubah, dan siapa yang perlu melakukannya.
Sebenarnya kita semua memiliki potensi yang luar biasa besarnya, tetapi lingkungan lah yang memberikan peranan besar dalam membentuk karakter dan citra diri kita ketika kita beranjak dewasa. Seorang anak merupakan hasil dari program yang ditanamkan oleh orang tuanya. Perbuatan yang dilakukan oleh anak tersebut ketika ia masih kecil maupun ketika ia beranjak dewasa, merupakan hasil dari program yang diberikan oleh orang tuanya, baik secara sadar maupun tak sadar. Terlihat dengan jelas bahwa apapun yang dilakukan oleh orang tua akan berpengaruh langsung, baik yang disampaikan secara langsung (verbal) maupun tidak langsung (non-verbal).
Contoh dari sering terjadinya kesimpangsiuran program yang diterima oleh seorang anak adalah seperti kasus berikut. Sebut saja Lisa (6 tahun), saat ini dalam kondisi gundah. Seringkali kedua orang tuanya mengajarkan untuk tidak berbohong, bahwa berbohong itu merupakan hal yang tidak baik dengan berbagai macam dalih, dari agama sampai kepantasan. Tetapi yang terjadi saat ini, kedua orang tuanya pula lah yang juga terkadang menunjukkan perilaku yang sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka sendiri sampaikan. Pernah suatu ketika, saat Lisa menerima sebuah telepon dari rekan kerja ayahnya, dan ia bergegas menyampaikannya pada ayahnya. Ayahnya berkata, “Kamu bilang aja, Ayah sedang nggak ada di rumah ya sayang, bilang aja gitu…” Beberapa hal sejenis yang bertentangan terjadi semakin membuatnya bingung mengenai nilai-nilai yang akan dan harus dianutnya. Hal ini berproses di dalam pikiran Lisa, dan terkadang memberikan hasil yang sama sekali baru, seperti “Kalau gitu, aku belum boleh berbohong sekarang, tetapi kalau sudah gede, aku boleh bohong…” pikir Lisa. Kapan Lisa akan mulai berbohong? Ketika dalam pikirannya sudah ada asumsi bahwa saat itu dia sudah beranjak dewasa.
Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak sepenuhnya adalah produk dari diri mereka sendiri dan seringkali menimpakan sepenuhnya kesalahan pada si anak. Ada anak yang terjerumus ke dalam pergaulan yang negatif maupun obat-obatan terlarang, saat ini makin merasa tidak berharga karena seringkali orang tua kelewat protektif atau bahkan menyalahkan si anak secara berlebihan. Sehingga di dalam pikiran anak tersebut, hanya ada satu hal yang mampu membuatnya merasa nyaman, yaitu pergaulan atau obat-obatan tersebut.
Terlihat jelas di sini bahwa rasa sayang yang berlebihan mampu membuat si anak justru berada dalam posisi yang berlawanan. Tentu saja tidak ada orang tua yang bermaksud untuk mencelakakan anaknya, tetapi di lain pihak, seorang anak memiliki cara berpikir yang mungkin sangat berbeda. Perbedaan pola pikir inilah yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anaknya merupakan hal yang sangat penting. Komunikasi akan menghasilkan hubungan yang harmonis, tetapi juga mampu menghasilkan sebuah jurang yang sangat dalam, dan yang terpenting adalah, itu semua merupakan pilihan kita sendiri.
Karena komunikasi merupakan kunci dari keharmonisan hubungan antara orang tua dan anak, terlebih lagi, merupakan hal yang terpenting dari jadi atau tidaknya ia seseorang di masyarakat, maka banyak aspek mengenai komunikasi yang seharusnya dipelajari dengan lebih mendalam. Ada banyak hal mengenai komunikasi yang menarik untuk dipelajari, baik komunikasi yang bersifat verbal maupun non verbal. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk meraih apa tujuan yang diharapkan. Metode komunikasi efektif, baik verbal maupun non verbal, secara sederhana dapat dipelajari dengan waktu yang relatif singkat. Komunikasi efektif yang dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi, seperti parenting (hubungan orang tua dengan anak), marketing, sampai pada Hypnosis (Western Hypnosis).
Jadi, apakah Anda termasuk orang tua yang ingin meningkatkan kualitas hubungan dengan anak Anda? Atau merasa bahwa ada suatu masalah dalam kehidupan anak Anda saat ini?
Anda pasti tahu bahwa banyak sekali problematika yang terjadi di antara hubungan antara orang tua dan anak. Dari permasalahan seputar kemalasan sekolah, susah konsentrasi, sampai pada penggunaan obat-obatan terlarang. Anda tahu bahwa terkadang hanya diperlukan cara yang sederhana untuk mengatasi permasalahan ini?
Kita tahu bahwa permasalahan seputar orang tua dan anak terkadang membingungkan, siapa yang salah? Pertanyaan seperti inilah yang seringkali justru membuat masalahnya semakin besar dan sulit untuk dipecahkan. Mengapa? Karena terkadang kita justru terfokus pada siapa yang salah, dibandingkan mencoba untuk mencari apa yang perlu diubah, dan siapa yang perlu melakukannya.
Sebenarnya kita semua memiliki potensi yang luar biasa besarnya, tetapi lingkungan lah yang memberikan peranan besar dalam membentuk karakter dan citra diri kita ketika kita beranjak dewasa. Seorang anak merupakan hasil dari program yang ditanamkan oleh orang tuanya. Perbuatan yang dilakukan oleh anak tersebut ketika ia masih kecil maupun ketika ia beranjak dewasa, merupakan hasil dari program yang diberikan oleh orang tuanya, baik secara sadar maupun tak sadar. Terlihat dengan jelas bahwa apapun yang dilakukan oleh orang tua akan berpengaruh langsung, baik yang disampaikan secara langsung (verbal) maupun tidak langsung (non-verbal).
Contoh dari sering terjadinya kesimpangsiuran program yang diterima oleh seorang anak adalah seperti kasus berikut. Sebut saja Lisa (6 tahun), saat ini dalam kondisi gundah. Seringkali kedua orang tuanya mengajarkan untuk tidak berbohong, bahwa berbohong itu merupakan hal yang tidak baik dengan berbagai macam dalih, dari agama sampai kepantasan. Tetapi yang terjadi saat ini, kedua orang tuanya pula lah yang juga terkadang menunjukkan perilaku yang sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka sendiri sampaikan. Pernah suatu ketika, saat Lisa menerima sebuah telepon dari rekan kerja ayahnya, dan ia bergegas menyampaikannya pada ayahnya. Ayahnya berkata, “Kamu bilang aja, Ayah sedang nggak ada di rumah ya sayang, bilang aja gitu…” Beberapa hal sejenis yang bertentangan terjadi semakin membuatnya bingung mengenai nilai-nilai yang akan dan harus dianutnya. Hal ini berproses di dalam pikiran Lisa, dan terkadang memberikan hasil yang sama sekali baru, seperti “Kalau gitu, aku belum boleh berbohong sekarang, tetapi kalau sudah gede, aku boleh bohong…” pikir Lisa. Kapan Lisa akan mulai berbohong? Ketika dalam pikirannya sudah ada asumsi bahwa saat itu dia sudah beranjak dewasa.
Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak sepenuhnya adalah produk dari diri mereka sendiri dan seringkali menimpakan sepenuhnya kesalahan pada si anak. Ada anak yang terjerumus ke dalam pergaulan yang negatif maupun obat-obatan terlarang, saat ini makin merasa tidak berharga karena seringkali orang tua kelewat protektif atau bahkan menyalahkan si anak secara berlebihan. Sehingga di dalam pikiran anak tersebut, hanya ada satu hal yang mampu membuatnya merasa nyaman, yaitu pergaulan atau obat-obatan tersebut.
Terlihat jelas di sini bahwa rasa sayang yang berlebihan mampu membuat si anak justru berada dalam posisi yang berlawanan. Tentu saja tidak ada orang tua yang bermaksud untuk mencelakakan anaknya, tetapi di lain pihak, seorang anak memiliki cara berpikir yang mungkin sangat berbeda. Perbedaan pola pikir inilah yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anaknya merupakan hal yang sangat penting. Komunikasi akan menghasilkan hubungan yang harmonis, tetapi juga mampu menghasilkan sebuah jurang yang sangat dalam, dan yang terpenting adalah, itu semua merupakan pilihan kita sendiri.
Karena komunikasi merupakan kunci dari keharmonisan hubungan antara orang tua dan anak, terlebih lagi, merupakan hal yang terpenting dari jadi atau tidaknya ia seseorang di masyarakat, maka banyak aspek mengenai komunikasi yang seharusnya dipelajari dengan lebih mendalam. Ada banyak hal mengenai komunikasi yang menarik untuk dipelajari, baik komunikasi yang bersifat verbal maupun non verbal. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk meraih apa tujuan yang diharapkan. Metode komunikasi efektif, baik verbal maupun non verbal, secara sederhana dapat dipelajari dengan waktu yang relatif singkat. Komunikasi efektif yang dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi, seperti parenting (hubungan orang tua dengan anak), marketing, sampai pada Hypnosis (Western Hypnosis).
Jadi, apakah Anda termasuk orang tua yang ingin meningkatkan kualitas hubungan dengan anak Anda? Atau merasa bahwa ada suatu masalah dalam kehidupan anak Anda saat ini?
UCAPAN SELAMAT GUBERNUR DKI YANG BARU
HTII DAN NARAPATIH
MIND AND MENTAL CLINIC
MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS
DILANTIKNYA
GUBERNUR DKI JAKARTA
H.JOKO WIDODO
(Jokowi)
DAN WAKIL GUBERNUR
DKI JAKARTA
BASUKI TJAHAYA
PURNAMA
(Zhong Wan Xie/Ahok)
SUKSES DAN SELAMAT
BERTUGAS
Subscribe to:
Posts (Atom)



